Media Kampung – 09 April 2026 | Andre Rosiade hadir dalam diskusi yang diselenggarakan BEM KM Universitas Andalas (Unand) pada akhir pekan kemarin. Kedatangan beliau menarik perhatian mahasiswa yang tengah mengkaji kebijakan pemerintah pusat.
Acara tersebut membahas sejumlah kebijakan ekonomi dan pendidikan, termasuk program Merdeka Belajar Garuda (MBG) yang baru diluncurkan. Mahasiswa mengajukan pertanyaan tajam terkait sikap Andre terhadap kritik terhadap Presiden Prabowo.
Dalam sambutannya, Rosiade menegaskan dukungan terhadap visi pemerintah dalam memperkuat kemandirian ekonomi. Ia menolak pandangan bahwa kebijakan tersebut sepenuhnya bersifat politis.
Menanggapi kritik atas kebijakan MBG, Andre menyatakan program itu dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara inklusif. Menurutnya, MBG memberikan ruang bagi institusi untuk berinovasi tanpa mengorbankan standar akademik.
Andre juga menyoroti upaya pemerintah dalam menstabilkan inflasi dan menurunkan harga pangan. Ia menambahkan bahwa kebijakan moneter yang diterapkan telah menunjukkan hasil positif dalam beberapa bulan terakhir.
Sejumlah mahasiswa menanyakan tentang hubungan antara kebijakan ekonomi Prabowo dan pertumbuhan lapangan kerja. Rosiade menjawab bahwa penciptaan lapangan kerja memerlukan sinergi antara sektor publik dan swasta.
Ia menekankan pentingnya investasi dalam infrastruktur untuk memperkuat daya saing nasional. Investasi tersebut, menurutnya, akan membuka peluang kerja baru di daerah tertinggal.
Ketika ditanya mengenai kritik terhadap gaya kepemimpinan Prabowo, Rosiade menolak label otoriter. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang tegas diperlukan dalam masa transisi ekonomi.
Rosiade menambah, kebijakan yang diambil pemerintah selalu melalui proses konsultasi dengan berbagai pihak. Ia menekankan bahwa dialog dengan akademisi dan pelaku usaha menjadi bagian integral dalam perumusan kebijakan.
Seorang mahasiswa menanyakan dampak MBG terhadap beban biaya kuliah. Andre menjelaskan bahwa program ini mencakup beasiswa dan pembiayaan lunak untuk mahasiswa kurang mampu.
Ia juga menyoroti peran teknologi digital dalam memperluas akses pendidikan. Menurutnya, platform daring dapat menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan geografis.
Diskusi berlanjut dengan pertanyaan tentang transparansi penggunaan anggaran pemerintah. Rosiade berjanji akan meningkatkan mekanisme pelaporan kepada publik.
Ia menegaskan bahwa akuntabilitas merupakan pilar utama tata kelola pemerintahan modern. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan secara bertahap.
Acara ditutup dengan ajakan Rosiade agar mahasiswa terus berperan aktif dalam proses demokrasi. Ia berharap kritik konstruktif dapat menjadi masukan bagi perbaikan kebijakan.
Para peserta menyatakan apresiasi atas keterbukaan yang ditunjukkan oleh narasumber. Diskusi dianggap sebagai contoh dialog yang produktif antara pemerintah dan generasi muda.
Kehadiran Andre Rosiade di kampus Unand mencerminkan upaya pemerintah memperkuat hubungan dengan akademisi. Peristiwa ini menandai langkah lanjutan dalam merespon dinamika politik nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan