Media Kampung – 09 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa ia sering mendapat kritik karena sifat keras kepalanya, menegaskan hal itu sebagai bagian dari karakter kepemimpinan yang ia pegang.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, setelah beberapa media dan partai oposisi menyoroti kebijakannya yang dianggap otoriter dalam penanganan isu ekonomi dan keamanan.

Prabowo menambahkan, “Saya memang keras kepala, namun keras kepala itu bukan berarti tidak mendengar, melainkan terus berjuang meski menghadapi tekanan,” sambil mencontohkan perjuangan pejuang Iran yang tetap melanjutkan perlawanan meski berada di bawah sanksi internasional.

Ia menjelaskan bahwa analogi dengan pejuang Iran dimaksudkan untuk menggambarkan kegigihan dalam menghadapi tantangan eksternal, bukan menyetujui tindakan militer atau politik tertentu di negara tersebut.

Sebagai latar belakang, pejuang Iran yang dimaksud merujuk pada kelompok-kelompok yang terlibat dalam konflik regional sejak beberapa tahun lalu, yang dikenal dengan tekad kuat meski menghadapi blokade ekonomi dan tekanan diplomatik.

Baca juga:

Menanggapi pernyataan Presiden, sejumlah anggota DPR menilai sikap keras kepala dapat menghambat dialog konstruktif, sementara partai pendukungnya menilai keberanian Prabowo sebagai bukti komitmen untuk melaksanakan agenda reformasi.

Kritik utama yang diarahkan kepada Prabowo mencakup kebijakan kenaikan tarif listrik, penegakan hukum yang dianggap selektif, serta penanganan isu migrasi yang dinilai kurang manusiawi oleh lembaga hak asasi manusia.

Prabowo menanggapi kritik tersebut dengan menegaskan bahwa keputusan kebijakan diambil berdasarkan data teknis dan pertimbangan keamanan nasional, serta bahwa “kekerasan kepala” diperlukan untuk mengatasi korupsi yang telah melumpuhkan institusi negara.

Ia menutup dengan menekankan bahwa pemerintah akan tetap terbuka terhadap masukan, namun tidak akan mengubah arah kebijakan yang sudah direncanakan, karena “kita harus tetap melaju seperti pejuang yang tidak pernah menyerah.”

Baca juga:

Observers internasional mencatat bahwa sikap pemimpin yang menonjolkan keras kepala dapat memengaruhi persepsi investasi, namun mereka juga mengakui bahwa kepastian politik yang konsisten dapat menstabilkan pasar domestik dalam jangka menengah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

Baca juga: