Media Kampung – 08 April 2026 | Pertemuan antara organisasi lingkungan dan perwakilan pemerintah di Jakarta menyoroti tekanan meningkatnya biaya energi dan kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Celios, lembaga advokasi mobilitas berkelanjutan, secara tegas meminta pemerintah memperluas jaringan transportasi publik sebagai respons utama terhadap krisis energi yang melanda negara.

Lonjakan harga BBM berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat, terutama di wilayah perkotaan dengan mobilitas tinggi.

Celios menilai penggunaan transportasi pribadi tidak lagi berkelanjutan dalam kondisi energi yang menipis, kata juru bicara organisasi, “Kami menilai penggunaan transportasi pribadi tidak lagi berkelanjutan dalam kondisi energi yang menipis.”

Organisasi tersebut menekankan bahwa transportasi publik dapat menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 30 persen jika penetrasi layanan meningkat secara signifikan.

Pemerintah sebelumnya telah meluncurkan program subsidi listrik untuk kendaraan listrik, namun Celios menganggap langkah tersebut belum cukup mengatasi masalah struktural.

Mereka menyoroti pentingnya investasi pada bus listrik, kereta komuter, dan sistem tiket terpadu untuk memudahkan peralihan pengguna.

Pengembangan infrastruktur tersebut diperkirakan memerlukan anggaran tahunan sekitar 15 triliun rupiah selama lima tahun ke depan.

Pemerintah menanggapi dengan menyatakan komitmen pada rencana Nasional Transportasi Berkelanjutan, namun belum mengumumkan rincian alokasi dana.

Para ahli ekonomi menilai bahwa peningkatan penggunaan transportasi publik tidak hanya mengurangi beban energi, tetapi juga dapat menurunkan emisi karbon hingga 20 juta ton per tahun.

Studi independen menunjukkan bahwa kota-kota dengan sistem transportasi massal yang kuat memiliki tingkat pengangguran lebih rendah selama krisis energi.

Celios juga mengusulkan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi di pusat kota selama jam sibuk sebagai langkah sementara.

Pemerintah daerah di beberapa provinsi telah menguji program pembatasan tersebut dengan hasil penurunan konsumsi BBM sebesar 8 persen.

Menutup pertemuan, Celios menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektoral antara kementerian, pemerintah daerah, dan swasta untuk mempercepat transisi ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.