Media Kampung – 06 April 2026 | Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengadakan rapat kerja pada Senin, 6 April 2026, dengan mengundang Purbaya, Direktur Jenderal Anggaran, untuk membahas realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kuartal pertama 2026. Rapat tersebut menjadi forum utama untuk menilai pencapaian fiskal pemerintah dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Anggaran kuartal I 2026 menunjukkan pertumbuhan realisasi pendapatan sebesar 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara belanja mencapai 98,5 persen target yang telah ditetapkan. Komisi XI menyoroti selisih antara realisasi pendapatan dan belanja yang masih berada di bawah proyeksi awal.

Ketua Komisi XI, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara menjadi prioritas utama dalam pengawasan DPR. Ia menambahkan bahwa setiap penyimpangan harus dijelaskan secara rinci dan diberikan rekomendasi perbaikan.

Purbaya menjelaskan bahwa penurunan realisasi pendapatan sebagian besar disebabkan oleh penurunan penerimaan pajak langsung, terutama dari sektor energi dan pertambangan. Ia juga mencatat bahwa kebijakan insentif fiskal yang diterapkan akhir 2025 masih dalam tahap evaluasi dampaknya.

Di sisi lain, belanja pemerintah pada Q1 2026 tercatat lebih tinggi di bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, sejalan dengan program prioritas pembangunan nasional. Purbaya menyampaikan bahwa beberapa proyek masih mengalami penundaan karena kendala logistik dan perizinan.

Komisi XI meminta laporan terperinci mengenai penyebab penurunan penerimaan pajak dan langkah mitigasi yang telah direncanakan. Permintaan tersebut mencakup data statistik, analisis sektor, serta proyeksi penerimaan untuk kuartal berikutnya.

Anggota komisi juga menanyakan mengenai efektivitas penggunaan dana stimulus yang diberikan pada akhir 2025 untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi. Mereka mengharapkan bukti bahwa bantuan tersebut telah menambah daya beli konsumen dan investasi swasta.

Purbaya menanggapi dengan menyampaikan bahwa program stimulus telah menstimulasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 0,9 persen pada kuartal pertama. Ia menambahkan bahwa evaluasi dampak jangka pendek dan panjang masih berlangsung.

Selama rapat, komisi menekankan pentingnya memperkuat sistem perpajakan digital untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Inisiatif tersebut termasuk penerapan e‑faktur dan integrasi data lintas lembaga.

Purbaya mengonfirmasi bahwa kementerian sedang mengembangkan platform digital baru yang dijadwalkan diluncurkan pada akhir 2026. Platform tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pelaporan dan meminimalisir kesalahan manual.

Selain itu, komisi meminta klarifikasi tentang penggunaan dana alokasi khusus (DAK) untuk daerah yang terdampak bencana alam. Purbaya menyatakan bahwa alokasi DAK telah disalurkan tepat waktu, namun monitoring pelaksanaannya masih perlu ditingkatkan.

Ketua komisi menutup pertemuan dengan menekankan perlunya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mengoptimalkan APBN. Ia mengingatkan bahwa pengawasan yang ketat akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.

Rapat ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret untuk memperbaiki realisasi anggaran pada kuartal berikutnya. Komisi XI berjanji akan menindaklanjuti hasil pertemuan melalui laporan resmi yang akan dipublikasikan dalam waktu dua minggu.

Analisis para pakar ekonomi menunjukkan bahwa jika tren pendapatan tidak berubah, pemerintah mungkin harus menyesuaikan target belanja akhir tahun. Namun, kebijakan fiskal yang responsif dapat mengurangi kesenjangan tersebut.

Dengan latar belakang kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu, pengawasan ketat terhadap APBN menjadi kunci untuk menjaga stabilitas makro. Komisi XI DPR RI tetap berkomitmen mengawasi pelaksanaan anggaran secara berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.