Media Kampung – 06 April 2026 | Muscab VI DPC PKB Banyuwangi dilaksanakan pada 5 April 2026 di Hotel Santika, menandai proses seleksi calon ketua periode 2026‑2031. Acara tersebut resmi menghasilkan delapan nama yang akan bersaing untuk posisi tertinggi partai di daerah.
Kedelapan kandidat yang terdaftar meliputi Ma’mullah Harun, Arvy Rizaldy, Muhammad Ali Mahrus, Susiyanto, Inayati Kusumasari, Zaki Al Mubarok, Siti Mafrochatin Ni’mah, dan Ali Makki Zaini. Semua nama dipertimbangkan berdasarkan kriteria internal partai dan rekomendasi struktural.
Pengumuman nama-nama tersebut dibacakan oleh Anggia Ermarini dengan pendampingan Badrut Tamam dalam sidang Muscab. Penyampaian berlangsung secara resmi dan diikuti oleh para anggota delegasi DPC serta DPAC.
Zaki Al Mubarok, ketua panitia Muscab, menjelaskan bahwa tujuh nama berasal dari hasil pemetaan DPP PKB, sedangkan satu nama, Ali Makki Zaini, merupakan usulan Dewan Pengurus Anak Cabang. Ia menegaskan proses ini mencerminkan keseimbangan antara arahan pusat dan inisiatif cabang.
Mekanisme penentuan kandidat mengacu pada keputusan Muktamar PKB di Bali, yang menggabungkan sistem top‑down dan bottom‑up. Pendekatan tersebut memungkinkan DPP melakukan penjaringan awal berdasarkan indikator tertentu, sementara struktur di tingkat bawah tetap dapat mengajukan nama.
Seluruh calon diwajibkan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi tes psikologi yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi, dan tahap kedua berupa wawancara bersama DPP dan DPW PKB.
Jadwal UKK ditetapkan pada bulan Mei 2026, dengan hasil seleksi diumumkan pada Juni. Pelantikan ketua terpilih direncanakan secara serentak secara nasional pada 23 Juli 2026, bertepatan dengan Hari Lahir PKB.
“Proses seleksi masih cukup panjang. UKK dijadwalkan berlangsung Mei, lalu diumumkan Juni. Pelantikan digelar serentak pada 23 Juli,” ujar Zaki menegaskan timeline tersebut. Pernyataan ini menegaskan komitmen partai untuk menyelesaikan proses dengan transparansi.
Selama masa transisi, kepengurusan DPC PKB Banyuwangi tetap dijalankan oleh Nur Faizin, yang melanjutkan sisa masa bakti 2021‑2026 setelah KH Abdul Malik Syafaat mengundurkan diri. Kepemimpinan interim ini memastikan aktivitas partai tetap berjalan tanpa gangguan.
Nur Faizin menekankan pentingnya menjaga stabilitas organisasi sambil menunggu keputusan final DPP. Ia menambahkan bahwa seluruh elemen partai harus tetap fokus pada persiapan pemilu mendatang.
Hasil penetapan ketua definitif akan berpengaruh signifikan pada strategi PKB di tingkat regional dan nasional, mengingat partai berupaya memperkuat jaringan kader menjelang pemilu berikutnya. Keputusan DPP diharapkan dapat menyatukan aspirasi anggota dan memperkokoh posisi PKB di kancah politik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan