Media Kampung – 06 April 2026 | Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengunjungi Yogyakarta untuk bertemu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haidar Nashir dalam rangka silaturahmi halalbihalal. Pertemuan berlangsung di gedung resmi setempat.
Keduanya membahas agenda keagamaan sekaligus isu geopolitik yang tengah memengaruhi Indonesia. Muzani menekankan pentingnya persatuan umat dalam menghadapi dinamika global.
Haidar Nashir menanggapi dengan menegaskan peran Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan yang berkontribusi pada stabilitas nasional. Ia menambahkan perlunya dialog lintas agama dalam konteks geopolitik.
Diskusi beralih ke situasi di Asia Tenggara, terutama ketegangan di Laut China Selatan yang berdampak pada perdagangan maritim Indonesia. Muzani menyatakan bahwa kedaulatan harus dijaga tanpa mengorbankan hubungan baik dengan tetangga.
Kedua pejabat menyoroti peran Indonesia sebagai penengah dalam forum multilateral seperti ASEAN. “Kita harus menjadi jembatan antara kepentingan besar dan kepentingan kecil,” ujar Muzani.
Haidar Nashir menambah bahwa nilai-nilai Islam damai dapat menjadi landasan diplomasi moral. Ia mengingatkan pentingnya kebijakan luar negeri yang berlandaskan keadilan.
Dalam konteks ekonomi, mereka membicarakan dampak sanksi ekonomi terhadap negara‑negara besar dan konsekuensinya bagi eksportir Indonesia. Muzani menekankan diversifikasi pasar sebagai strategi mitigasi.
Pemerintah juga memantau perkembangan krisis energi di Eropa, yang dapat memengaruhi harga bahan bakar di dalam negeri. Haidar mengusulkan kerja sama energi terbarukan antara lembaga keagamaan dan industri.
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang tukar pendapat tentang isu keamanan siber yang semakin mengancam kedaulatan data. Muzani menegaskan perlunya regulasi yang kuat dan sinergi antar lembaga.
Haidar Nashir menekankan pentingnya edukasi digital bagi anggota Muhammadiyah agar tidak menjadi korban disinformasi. Ia menyoroti program literasi digital yang sedang dikembangkan.
Selain itu, kedua pihak membicarakan situasi politik di Timur Tengah, khususnya konflik di Palestina yang terus bergejolak. Muzani menyatakan solidaritas Indonesia tetap konsisten.
Haidar menambahkan bahwa dukungan kemanusiaan dapat diwujudkan lewat jaringan sosial keagamaan di seluruh nusantara. Ia mengajak komunitas untuk memperkuat bantuan kemanusiaan.
Pada akhir pertemuan, Muzani mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan menegaskan komitmen bersama dalam menjaga persatuan bangsa. Haidar Nashir membalas dengan harapan kerja sama jangka panjang.
Kedua tokoh sepakat untuk melanjutkan dialog secara periodik, mengingat dinamika geopolitik yang cepat berubah. Mereka menutup pertemuan dengan doa bersama untuk perdamaian dunia.
Kunjungan ini menandai langkah konkret antara lembaga legislatif dan organisasi keagamaan dalam memperkuat sinergi nasional. Harapannya, sinergi tersebut dapat memperkokoh posisi Indonesia di panggung internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan