Media Kampung – 31 Maret 2026 | Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dapat mulai menempati kantor di IKN pada tahun 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat bersama Komisi II DPR RI dan Menteri Dalam Negeri di Gedung Parlemen Senayan, Senin 30 Maret 2026.

Menurut Basuki, gedung kantor Wapres di IKN telah selesai dibangun dan dilengkapi dengan perabotan sementara. Ia menambahkan bahwa sekitar lima puluh pegawai telah ditugaskan untuk menyiapkan sarana pendukung operasional.

Staf tersebut bertugas menata ruang kerja, memastikan jaringan komunikasi, serta mengatur logistik kebutuhan administratif. Persiapan ini diharapkan dapat mempercepat proses transisi ke ibu kota baru.

Basuki menegaskan bahwa “tahun ini bisa karena gedungnya sudah jadi, furnitur juga sudah tersedia”. Ia menambah harapannya agar Gibran benar‑benar memulai kegiatan resmi di sana dalam waktu dekat.

Dalam pertemuan yang sama, anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, menyoroti pentingnya pemanfaatan seluruh fasilitas yang telah dibangun di IKN. Ia mengingatkan bahwa gedung‑gedung pemerintah harus diisi untuk menghindari pemborosan anggaran.

Deddy meminta Basuki berkoordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto dan kementerian terkait agar semua kementerian dapat memindahkan kantor ke IKN. Ia menekankan bahwa “uang negara itu barang” dan harus dimanfaatkan secara optimal.

Basuki menanggapi permintaan tersebut dengan menyebutkan bahwa prioritas OIKN meliputi penyelesaian Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) serta pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif. Ia menegaskan bahwa proses land clearing telah selesai dan pekerjaan fondasi akan dimulai setelah Lebaran.

Pengalihan kantor pusat pemerintahan ke IKN menjadi agenda strategis sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan rencana tersebut pada 2019. Proyek ini dijadwalkan selesai pada akhir 2024, namun beberapa fasilitas masih mengalami penundaan.

Keberhasilan penyiapan kantor Wapres dianggap sebagai indikator kemajuan proyek IKN yang lebih luas. Para pengamat menilai bahwa kehadiran pejabat tinggi di IKN dapat mempercepat relokasi ASN lainnya.

Basuki juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menetap sementara di IKN untuk memantau pelaksanaan proyek secara langsung. Ia berharap kehadirannya dapat memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai jadwal.

Gibran belum memberikan pernyataan resmi mengenai kepindahan tersebut, namun timnya telah mengirim staf ke IKN untuk mengurus administrasi awal. Para staf tersebut melaporkan bahwa fasilitas kantor sudah siap pakai.

Jika proses ini berjalan lancar, IKN akan menjadi pusat administratif pertama yang beroperasi penuh di Kalimantan Timur. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional serta menyeimbangkan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa.

Dengan gedung kantor yang telah selesai dan persiapan staf yang matang, peluang Gibran memulai tugasnya di IKN tahun ini semakin besar. Pemerintah menutup rapat dengan keyakinan bahwa transisi ke ibu kota baru akan terwujud sesuai target.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.