Media Kampung – Keluarga almarhumah Siti Atika (58), wisatawan asal Kabupaten Garut yang meninggal dunia setelah terseret ombak di Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran pada Jumat (15/5/2026), menyatakan kekecewaannya terhadap pelayanan ambulans saat proses pemulangan jenazah. Pelayanan yang dianggap lamban ini menambah duka yang tengah mereka rasakan.

Peristiwa meninggalnya Siti Atika terjadi setelah ia terseret ombak di kawasan Pantai Madasari, sebuah lokasi yang kerap dikunjungi wisatawan. Setelah evakuasi jenazah selesai, keluarga berharap proses pemulangan berjalan lancar, namun kenyataannya, mereka harus menghadapi keterlambatan ambulans yang mengakibatkan waktu tunggu cukup lama.

Keluarga korban mengungkapkan bahwa pelayanan ambulans yang tidak responsif memperberat suasana duka mereka. Seorang anggota keluarga mengatakan, “Kami sudah sangat berduka, tapi harus menghadapi pelayanan yang lambat membuat proses pemulangan jenazah menjadi penuh tekanan.” Hal ini menjadi sorotan utama mereka dalam menghadapi musibah ini.

Meski demikian, proses pemulangan jenazah akhirnya dapat dilakukan setelah ambulans tiba di lokasi. Namun kejadian ini menjadi catatan penting bagi pihak terkait untuk meningkatkan respons dan kesiapan dalam menangani evakuasi korban, terutama di daerah wisata yang rawan kecelakaan air.

Kasus ini juga mengingatkan pentingnya koordinasi yang lebih baik antara petugas medis dan pelayanan darurat di wilayah Kabupaten Pangandaran, agar kejadian serupa bisa dihindari di masa mendatang. Keluarga berharap agar pelayanan kesehatan dan evakuasi dapat ditingkatkan demi kenyamanan dan kepastian bagi masyarakat yang mengalami musibah.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai evaluasi pelayanan ambulans tersebut. Keluarga korban masih berfokus pada proses pemulangan jenazah dan persiapan pemakaman yang akan dilakukan di kampung halaman Siti Atika di Kabupaten Garut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.