Media KampungShare Edu Indonesia memuji pelaksanaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Banyuwangi, menyoroti antusiasme masyarakat, literasi digital, dan upaya kolaboratif untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Acara tersebut berlangsung pada tanggal 1‑3 Mei 2026 di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, dengan kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Ketua Umum Share Edu Indonesia, Dr. Shobikhul Qisom, menilai tema Hardiknas “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua” selaras dengan semangat pejuang pendidikan di Bumi Blambangan.

Ia menambahkan, “Saya melihat betapa besar antusiasme para pejuang pendidikan di sini. Salah satu poin krusialnya adalah gerakan literasi digital yang menjadi bekal penting bagi masa depan anak‑anak kita,” sambil menekankan pentingnya penguasaan teknologi.

Qisom menegaskan bahwa teknologi harus dipadukan dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk menjawab tantangan global.

Ia juga mengingatkan, “Saya juga mengingatkan agar kemajuan teknologi tetap berpijak pada kelestarian lingkungan hidup sebagai warisan untuk anak cucu,” menekankan tanggung jawab ekologis.

Mengenai digitalisasi, Qisom berpendapat bahwa hal itu wajib diarahkan pada konsep “Digital Ramah Anak” agar teknologi dapat menyejahterakan manusia dalam ekosistem Society 5.0.

Sejalan dengan semangat Hardiknas, Share Edu Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Al Uswah menyelenggarakan Training Social Capital for Educational Leadership selama tiga hari di BPPP Bangsring.

Pelatihan yang bertajuk “Waktunya Sekolah Anda Menjadi Lebih Unggul” diikuti kepala sekolah dan guru dari Sidoarjo, Lamongan, Blitar, Tuban, hingga Banyuwangi, serta fasilitator dari Bangka Belitung.

Para peserta dibagi menjadi dua kelompok, di mana guru mendapatkan materi mendalam tentang pemanfaatan modal sosial untuk membangun hubungan harmonis dengan siswa, orang tua, dan pemangku kepentingan.

Selain teori, guru juga dilatih membuat presentasi interaktif menggunakan kecerdasan buatan (AI) agar suasana kelas lebih hidup dan kolaboratif.

Karyono, Ketua Share Edu Jawa Timur sekaligus Ketua Yayasan Al Uswah, menekankan bahwa tantangan sekolah masa kini bukan sekadar sarana prasarana, melainkan kemampuan membangun jejaring.

“Sekolah yang mampu berkolaborasi dan terhubung dengan ekosistem pendidikan akan lebih cepat berkembang. Modal sosial menjadi kunci penting dalam transformasi sekolah menuju keunggulan,” ujarnya.

Share Edu Indonesia tetap berkomitmen sebagai perkumpulan yang bergerak di bidang pendidikan untuk peradaban Indonesia, berupaya meningkatkan kecerdasan dan keterampilan anggota serta masyarakat luas.

Hingga kini, program pelatihan masih berlanjut dengan evaluasi awal menunjukkan peningkatan kompetensi digital guru dan kesiapan implementasi STEM di kelas masing‑masing.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.