Media Kampung – 06 April 2026 | Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, bersama Bupati OKU Timur, H. Lanosin, meresmikan SMA Negeri 3 Martapura sebagai sekolah berasrama pada Minggu, 5 April 2026.
Acara peresmian dilaksanakan di kampus baru SMA Negeri 3 Martapura, Kabupaten OKU Timur, Ogan Komering Ulu Timur.
Pembukaan ini menandai langkah konkret pemerintah provinsi dalam memperluas akses pendidikan berkualitas ke seluruh wilayah, terutama daerah terpencil.
Inisiatif pembangunan berawal dari Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Hj. Mondyaboni, yang mengusulkan model asrama untuk mengatasi keterbatasan fasilitas belajar di luar kota.
Gubernur Deru menekankan pentingnya menghilangkan mindset yang memisahkan pendidikan kota dan daerah, serta menegaskan bahwa hampir seluruh titik di Sumsel kini terhubung internet.
Ia menambahkan, “Mulai hari ini, bubarkan mindset kita yang membedakan pendidikan di kota dan daerah,” sambil menyoroti kehadiran jaringan internet yang merata.
Deru menargetkan pada tahun 2027 setiap kabupaten di Sumsel memiliki setidaknya satu sekolah berasrama yang mengutamakan akademik, akhlak, dan karakter.
Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa kini terdapat sepuluh sekolah berasrama di Sumatera Selatan, termasuk SMA Negeri 3 Martapura yang baru diresmikan.
Fasilitas asrama SMA Negeri 3 Martapura dapat menampung 148 siswa, dengan ruang tidur, dapur, serta area belajar bersama.
Bangunan dilengkapi laboratorium sains, ruang komputer, perpustakaan, dan akses internet berkecepatan tinggi untuk mendukung proses belajar mengajar.
Pemerintah berharap kehadiran sekolah berasrama ini dapat meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di OKU Timur dan sekitarnya.
Model asrama dirancang tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, nilai moral, dan sikap disiplin siswa.
Sebelum peresmian, wilayah OKU Timur hanya memiliki beberapa fasilitas asrama terbatas, sehingga banyak siswa harus berangkat jauh untuk melanjutkan pendidikan.
Pembiayaan pembangunan diambil dari anggaran provinsi serta dukungan dana alokasi khusus untuk pendidikan berkelanjutan.
Warga setempat, termasuk orang tua murid, menyambut baik fasilitas baru ini sebagai peluang bagi anak-anak mereka untuk belajar tanpa harus berpindah daerah.
Proyek serupa sedang diluncurkan di kabupaten lain, seperti Musi Banyuasin dan Lahat, sebagai bagian dari strategi provinsi untuk menutup kesenjangan pendidikan.
Upaya ini selaras dengan kebijakan nasional yang menekankan pemerataan sarana pendidikan serta peningkatan mutu lulusan di seluruh Indonesia.
Dengan berakhirnya upacara, SMA Negeri 3 Martapura resmi beroperasi sebagai sekolah berasrama, menandai langkah maju dalam upaya pemerataan pendidikan di Sumsel.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan