Banyuwangi – Kesadaran akan pentingnya gizi seimbang sejak usia sekolah terus diperkuat. Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66, SMA Muhammadiyah 2 Genteng menggelar kegiatan penyuluhan gizi seimbang bagi para siswa, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini menghadirkan pengurus Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Dewan Pimpinan Cabang Banyuwangi sebagai narasumber edukasi kesehatan.
Sebanyak lima tenaga gizi dari Persagi Banyuwangi yang juga merupakan tenaga kesehatan RS Graha Medika Gambiran terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Penyuluhan berlangsung di ruang pertemuan sekolah dan diikuti siswa ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Wira serta perwakilan siswa kelas X.
Sebelum materi dimulai, peserta bersama guru pembina PMR dan tim Persagi mengikuti pembukaan nasional yang disampaikan oleh DPP Persagi secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan edukasi gizi serentak di seluruh Indonesia.
Koordinator penyuluh DPC Persagi Banyuwangi, Firlia Elok Megawati, yang juga alumni SMA Muha Genteng tahun 2012, menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah atas kesempatan yang diberikan.
Sementara itu, Kepala SMA Muha Genteng Ani Sudarmi mengapresiasi kehadiran tim Persagi dan berharap penyuluhan ini mampu memotivasi siswa untuk menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian mereka.
Materi utama disampaikan oleh Dewi Rofiatul Jannah dengan tema Gizi Seimbang untuk Sekolah. Ia memaparkan empat pilar utama gizi seimbang yang perlu dipahami pelajar.
Empat pilar tersebut meliputi konsumsi makanan beragam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, perilaku hidup bersih dan sehat, aktivitas fisik teratur, serta menjaga berat badan ideal agar terhindar dari obesitas maupun kekurangan gizi.
Ia juga menekankan pentingnya kebiasaan sederhana seperti sarapan pagi, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta mengurangi pola hidup sedentari.
Di sela penyampaian materi, para siswa tampak aktif bertanya, terutama terkait pola makan sehat di lingkungan sekolah.
Menurut Dewi, upaya pemenuhan gizi pelajar juga terus didorong pemerintah melalui berbagai program, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dirasakan sebagian siswa.
“Program ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan kebutuhan gizi seimbang anak-anak sekolah dapat terpenuhi,” ujarnya.
Menjelang penutup, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

















Tinggalkan Balasan