Media Kampung – 01 April 2026 | Jumat, 1 April 2026, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyelenggarakan upacara pelantikan resmi Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi. Acara berlangsung di gedung utama kementerian, Jakarta, dan dihadiri pejabat tinggi serta staf kementerian.

Pengangkatan Hendarsam didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 187/TPA Tahun 2025. Keputusan tersebut menegaskan mandat baru bagi Direktorat Jenderal dalam rangka memperkuat kebijakan imigrasi nasional.

Setelah prosesi, Hendarsam menyampaikan keterangan kepada wartawan. Ia menekankan komitmen untuk meningkatkan pelayanan publik dan memperketat penegakan regulasi migrasi.

“Kami akan mempercepat proses permohonan visa dan izin tinggal, serta menegakkan standar keamanan yang lebih tinggi,” ujar Hendarsam dalam pernyataannya. Pernyataan tersebut menegaskan fokus pada efisiensi dan keamanan.

Beberapa pejabat kementerian memberikan ucapan selamat dan berjabat tangan dengan Hendarsam. Mereka menyoroti pentingnya kepemimpinan baru dalam menghadapi tantangan migrasi lintas batas.

Staf Imigrasi terlihat antusias dalam menyambut perubahan. Mereka berharap kebijakan baru dapat meningkatkan profesionalisme aparatur.

Pelantikan ini juga menjadi momen penting bagi pemerintah untuk menegaskan kembali prioritas reformasi birokrasi. Direktur Jenderal yang baru diharapkan mempercepat digitalisasi layanan imigrasi.

Hendarsam memiliki latar belakang panjang di bidang kepolisian dan keamanan dalam negeri. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Direktorat Operasi Imigrasi.

Pengalaman tersebut dipandang relevan dalam mengelola isu-isu keamanan perbatasan. Pemerintah menilai kemampuan Hendarsam dapat menyeimbangkan antara keamanan dan kemudahan berkunjung.

Dalam sesi tanya jawab, wartawan menanyakan rencana strategi jangka pendek. Hendarsam menjawab bahwa prioritas utama adalah memperbaiki sistem antrian di kantor imigrasi regional.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan intensif bagi petugas akan dilaksanakan dalam tiga bulan ke depan. Program tersebut mencakup penggunaan teknologi biometrik terbaru.

Penggunaan teknologi biometrik diharapkan mengurangi waktu proses aplikasi hingga 30 persen. Ini sejalan dengan agenda digitalisasi layanan publik yang dicanangkan pemerintah.

Selain itu, Hendarsam menegaskan pentingnya kerja sama internasional. Ia berencana mengadakan pertemuan bilateral dengan otoritas imigrasi negara sahabat.

Kerja sama tersebut diarahkan pada pertukaran informasi dan standar prosedur. Tujuannya adalah meminimalisir penyalahgunaan visa dan meningkatkan keamanan bersama.

Kementerian Imigrasi juga menyiapkan program sosialisasi publik. Program ini akan menjelaskan hak dan kewajiban warga asing serta prosedur legal masuk ke Indonesia.

Media diminta untuk menyebarluaskan informasi tersebut secara akurat. Kementerian menekankan pentingnya komunikasi yang transparan kepada masyarakat.

Pelantikan Hendarsam menandai babak baru dalam kebijakan imigrasi. Pemerintah berharap perubahan ini dapat meningkatkan citra Indonesia sebagai tujuan yang aman dan terbuka.

Dengan mandat resmi, Hendarsam siap memimpin Direktorat Jenderal Imigrasi selama masa jabatan yang ditetapkan. Ia menutup pernyataan dengan harapan semua pihak dapat berkolaborasi demi tercapainya tujuan bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.