Media Kampung – 01 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir sesi pertama dengan kenaikan 1,43% ke level 7.150,68, menandakan penutupan di zona hijau.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 8,65 triliun dengan volume 17,37 miliar lembar dan frekuensi perdagangan 1,14 juta kali.

Daftar saham paling menguat mencakup KOCI naik 29,52% menjadi 136, ESIP naik 26,67% menjadi 76, ALKA naik 25,00% menjadi 725, YPAS naik 24,86% menjadi 1.155, serta WOWS naik 23,44% menjadi 79.

Saham yang paling melemah meliputi DATA turun 14,95% ke 2.560, TALF turun 14,59% ke 790, ATAP turun 14,40% ke 535, FWCT turun 14,29% ke 108, dan WEHA turun 12,90% ke 135.

Dalam kategori nilai, BBRI menyumbang transaksi senilai Rp 570,80 miliar, BBCA Rp 558,65 miliar, BMRI Rp 420,21 miliar, BUMI Rp 356,14 miliar, dan ANTM Rp 259,70 miliar.

Volume perdagangan tertinggi tercapai oleh GOTO dengan 23,44 juta lembar, diikuti BUMI 15,81 juta, BIPI 9,38 juta, CHEM 7,97 juta, dan BULL 5,35 juta.

Pasar saham di Asia juga menunjukkan tren positif; Nikkei 225 naik 4,51% ke 53.405,02, Hang Seng naik 1,93% ke 25.276,65, SSE Composite naik 1,34% ke 3.944,80, dan Straits Times naik 1,81% ke 4.975,01.

Penguatan regional diperkirakan didorong oleh pelonggaran kebijakan moneter global dan peningkatan sentimen risiko.

Para analis dari rumah broker lokal menilai lonjakan IHSG didukung oleh pembelian kuat pada saham teknologi dan pertambangan.

Mereka menyoroti pergerakan GOTO yang dipicu spekulasi terkait laporan laba dan inisiatif strategis perusahaan.

Bumi Resources memperoleh dorongan dari harga komoditas yang lebih tinggi serta minat kembali pada sektor batu bara.

Aliran masuk dana asing yang signifikan membantu menguatkan Rupiah dan meningkatkan likuiditas pasar.

Rata‑rata nilai transaksi harian mencapai tertinggi enam bulan, menandakan aktivitas intens di kalangan trader ritel.

Frekuensi perdagangan yang melampaui satu juta kali untuk pertama kalinya dalam kuartal ini menunjukkan partisipasi yang semakin luas.

Namun, beberapa pakar memperingatkan pasar tetap rentan terhadap guncangan eksternal seperti volatilitas harga minyak.

Mereka menyarankan investor untuk mempertahankan portofolio yang terdiversifikasi dan memantau indikator makroekonomi secara cermat.

Secara keseluruhan, pembukaan sesi yang bullish memberikan nada positif untuk minggu ke depan, dengan ekspektasi stabilitas berkelanjutan.

Penutup: Kenaikan IHSG yang dipimpin oleh saham aktif seperti GOTO dan BUMI mencerminkan pasar Indonesia yang tangguh dalam lingkungan Asia yang umumnya optimis.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.