Media Kampung – 31 Maret 2026 | IHSG menutup sesi pertama perdagangan pada Senin di level 7.070,04, turun 0,38% atau 26,66 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.
Nilai transaksi tercatat Rp 7,73 triliun, dengan volume 14,42 miliar lembar saham dan frekuensi perdagangan 1,03 juta kali.
Dari total 814 saham, 245 mencatat kenaikan, 423 mengalami penurunan, dan 146 tetap stagnan.
Di pasar valuta asing, rupiah melemah 13 poin atau 0,08% menjadi Rp 16.993 per dolar AS.
Indeks LQ45 turun 0,34%, IDX30 tertekan 0,71%, dan MNC36 turun 0,56%, sementara Jakarta Islamic Index (JII) justru naik 1,33%.
Mayoritas sektor berada di zona merah, termasuk keuangan, bahan baku, transportasi, industri, konsumer non‑siklikal, infrastruktur, konsumer siklikal, properti, dan kesehatan.
Energi, industri, dan teknologi mencatat kenaikan ringan, menahan sebagian dampak penurunan luas.
Saham yang paling menguat antara lain PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) naik 30,59% ke 111, Equity Development Investment Tbk (GSMF) naik 30% ke 117.
Nusantara Almazia Tbk (NZIA) meningkat 19,59% ke 232, Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX) naik 16,55% ke 162, dan Bersama Mencapai Puncak (BAIK) bertambah 16% ke 348.
Lima saham terburuk pada sesi I adalah FMII, BBLD, LUCY, GIAA, dan ATIC, masing‑masing mencatat penurunan dua digit.
FMII (Fortune Mate Indonesia) turun 13,04% ke 240 poin, sementara Buana Finance (BBLD) melemah 11,49% ke 770 poin.
Lima Dua Lima Tiga (LUCY) kehilangan 9,88% menjadi 1.095 poin dan Garuda Indonesia (GIAA) turun 8,97% ke 71 poin.
Anabatic Technologies (ATIC) turun 8,93% ke 510 poin, menutup daftar saham yang paling menurun.
Volume perdagangan terbanyak dicapai oleh GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dengan 20,34 juta lembar, diikuti Bumi Resources (BUMI) 18,95 juta, Garuda Indonesia (GIAA) 8,33 juta, Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) 7,65 juta, dan Darma Henwa (DEWA) 4,07 juta.
Saham dengan kapitalisasi pasar tertinggi adalah Bank Central Asia (BBCA) senilai Rp 1,03 triliun, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 671,55 miliar, Bumi Resources (BUMI) Rp 408,25 miliar, Bank Mandiri (BMRI) Rp 251,98 miliar, dan Adaro Andalan Indonesia (AADI) Rp 218,29 miliar.
Pasar regional menunjukkan tren serupa; Nikkei 225 Jepang turun 3,52% ke 51.541,42, Hang Seng Hong Kong turun 0,91% ke 24.727,84, sementara SSE Composite China naik 0,23% ke 3.922,72 dan Straits Times Index Singapura naik tipis 0,02% ke 4.899,19.
Menurut analis Pilarmas Investindo Sekuritas, penurunan dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh OECD.
OECD menurunkan perkiraan pertumbuhan PDB Indonesia 2026 menjadi 4,8% dari 5,0% sebelumnya, menyoroti risiko global dan ketidakpastian domestik.
“Pasar bereaksi terhadap guncangan eksternal dan outlook domestik yang lebih hati‑hati, sehingga terjadi penurunan yang meluas,” kata analis senior di perusahaan sekuritas tersebut.
Walaupun mayoritas sektor melemah, subsektor energi dan teknologi tetap menunjukkan daya tahan, memberi sinyal peluang selektif bagi investor.
Pelaku pasar akan mengamati sesi sore untuk mencari tanda pemulihan, terutama di sektor‑sektor yang masih mencatat kenaikan.
Secara keseluruhan, IHSG mengakhiri sesi I dengan penurunan, nilai transaksi moderat, dan lima saham menjadi pendorong utama penurunan pasar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan