Media Kampung – Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam pangsa pasar kendaraan di Indonesia. Dalam periode Januari hingga September 2026, Toyota tetap menjadi pemimpin pasar, tetapi mengalami penurunan pangsa pasar menjadi 28,8 persen, turun dari 32 persen pada tahun sebelumnya.
Selama sembilan bulan pertama tahun 2026, Toyota telah mendistribusikan 194.519 unit kendaraan. Di bulan September saja, penjualan mencapai 21.648 unit. Sementara itu, BYD, yang merupakan pendatang baru di pasar, menunjukkan pertumbuhan yang menarik dengan pangsa pasar yang melonjak dari 3,6 persen pada tahun 2025 menjadi 6,3 persen pada tahun 2026, dengan total penjualan mencapai 42.710 unit.
Penjualan Retail Toyota dan BYD
Penjualan retail Toyota dari Januari hingga September 2026 mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun lalu, yaitu dari 187.883 unit menjadi 194.519 unit. Namun, pertumbuhan ini tidak cukup untuk menahan penurunan pangsa pasar yang signifikan.
Di sisi lain, BYD berhasil masuk ke dalam lima besar merek terlaris di Indonesia, dengan penjualan yang terus meningkat setiap bulannya. Pada bulan pertama tahun 2026, BYD hanya menguasai 3,8 persen dari total penjualan, tetapi angka ini meningkat menjadi 6,3 persen pada akhir September.
Perbandingan Data Penjualan
- Penjualan Retail Toyota:
- Januari-September 2026: 194.519 unit (28,8 persen)
- Agustus 2026: 21.938 unit
- September 2026: 21.648 unit
- Penjualan Retail BYD:
- Januari-September 2026: 42.710 unit (6,3 persen)
- Agustus 2026: 6.861 unit
- September 2026: 7.421 unit
Dengan pertumbuhan yang signifikan ini, BYD menunjukkan bahwa merek baru dapat menggeser dominasi merek yang sudah mapan seperti Toyota dalam pasar otomotif Indonesia. Hal ini bisa jadi pertanda perubahan preferensi konsumen menuju kendaraan yang lebih inovatif dan ramah lingkungan.













