Media Kampung – BYD berencana membawa Racco keluar dari Jepang. Mobil listrik mungil yang dikembangkan khusus untuk memenuhi regulasi kei car tersebut rencananya akan dipasarkan di Sri Lanka dan Macau. Sekaligus menjadi langkah awal ekspansi ke pasar dengan konfigurasi setir kanan.
Pemesanan BYD Racco telah dibuka di Macau, sedangkan peluncuran resminya di Sri Lanka dijadwalkan pada 9 Oktober 2026. Ekspansi ini dilakukan setelah Racco mendapat respons positif sejak meluncur di Jepang pada Juli lalu.
Menurut BYD, jumlah pesanan Racco telah mendekati 2.000 unit hanya dalam waktu sekitar dua bulan. Sebelumnya, mobil ini juga mencatat lebih dari 1.000 pesanan dalam dua minggu pertama setelah peluncuran.
Spesifikasi BYD Racco
Racco merupakan model pertama BYD yang dikembangkan dari awal untuk pasar Jepang dan mengikuti standar kei car. Dimensinya tergolong sangat kompak, dengan panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.800 mm, serta jarak sumbu roda 2.520 mm.
- Konfigurasi empat penumpang
- Kapasitas bagasi 280 liter
- Motor listrik depan bertenaga 47 kW (sekitar 63 PS) dengan torsi 160 Nm
- Dua pilihan baterai LFP berkapasitas 22,4 kWh dan 35,84 kWh
- Jarak tempuh berdasarkan standar WLTC masing-masing mencapai 210 km dan 320 km
Peluang Ekspansi
BYD mengatakan akan terus mengevaluasi permintaan di luar Jepang dan memprioritaskan negara atau wilayah yang menggunakan setir kanan. Strategi tersebut membuka peluang Racco dipasarkan di sejumlah negara lain seperti Hong Kong, Australia hingga Indonesia. Namun, untuk sementara Racco kemungkinan belum masuk China. Selain menggunakan konfigurasi setir kanan, pasar mobil listrik mungil China sudah dipenuhi model berharga murah, sehingga harga jual Racco dinilai kurang kompetitif.













