Media Kampung – 11 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, pada 9 April 2026, sekaligus mengumumkan target produksi sedan listrik secara massal pada tahun 2028.
Fasilitas baru ini memiliki kapasitas tahunan 10.000 unit kendaraan komersial, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40 persen pada saat peresmian.
Prabowo menegaskan rasa bangga atas kemampuan Indonesia memproduksi bus dan truk listrik, serta menekankan pentingnya melanjutkan ke segmen mobil penumpang.
Dalam pidatonya, ia menambahkan bahwa persentase komponen lokal akan naik menjadi 60 persen dalam dua tahun ke depan dan mencapai 80 persen dalam empat tahun.
Presiden meminta semua pemerintah daerah untuk mendukung upaya hilirisasi, khususnya mengapresiasi inisiatif Provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta yang telah mengadopsi kendaraan listrik buatan dalam negeri.
Pemerintah tengah membentuk perusahaan khusus yang akan memfokuskan produksi sedan listrik nasional, dengan tujuan menjadikan Indonesia pemain utama di pasar otomotif listrik global.
Perusahaan tersebut diharapkan dapat mengintegrasikan rantai pasok domestik, memperkuat daya saing, dan membuka peluang ekspor ke wilayah Asia Tenggara.
Selama kunjungan, Prabowo melihat beragam produk yang sudah diproduksi, termasuk bus listrik 12 meter untuk DAMRI, bus 8 meter untuk Trans Semarang, serta forklift listrik untuk sektor industri.
Ia juga menyaksikan truk alat berat listrik yang kini melayani PT Semen Indonesia Logistik, menandakan diversifikasi aplikasi kendaraan listrik di bidang komersial.
Keberadaan pabrik tersebut diperkirakan menyerap ribuan tenaga kerja lokal, baik pada lini perakitan maupun pada pemasok komponen di sekitar Magelang.
Dukungan terhadap kendaraan listrik diharapkan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, menurunkan emisi karbon, dan mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.
Pemerintah telah menyiapkan insentif pajak, subsidi listrik, serta program pembiayaan khusus untuk memperluas adopsi kendaraan listrik di sektor publik dan swasta.
Target produksi sedan listrik pada 2028 didasarkan pada kesiapan fasilitas produksi, peningkatan TKDN, dan kesiapan jaringan pengisian daya yang sedang dibangun secara nasional.
Jika tercapai, produksi massal sedan listrik akan menambah nilai tambah pada sektor manufaktur, meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto, serta membuka peluang kerja baru.
Namun, tantangan utama tetap pada ketersediaan baterai berkapasitas tinggi dan pengembangan infrastruktur pengisian yang masih terbatas di banyak wilayah.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Energi dan Mineral bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mempercepat proyek pabrik baterai dalam negeri serta kerjasama dengan investor asing.
Prabowo menutup acara dengan menegaskan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik di Asia Tenggara.
Dengan dukungan pemerintah, industri, dan daerah, target sedan listrik massal pada 2028 menjadi langkah strategis menuju kemandirian otomotif dan keberlanjutan lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan