Media Kampung – 30 Maret 2026 | Sebuah Toyota Fortuner putih yang mengangkut rombongan pemudik terperosok ke saluran irigasi di Kabupaten Okutama, Jawa Barat, pada sore hari Rabu.
Kecelakaan terjadi di jalur utama antara desa Cikakak dan Cibabat sekitar pukul 16.30 WIB, saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Pengemudi, seorang pria berusia 42 tahun, kehilangan kendali setelah roda depan menabrak genangan air di tikungan tajam.
Genangan tersebut terbentuk akibat curah hujan lebat yang melanda daerah itu sejak pagi.
Akibat tergelincir, Fortuner meluncur ke tepi jalan lalu menembus dinding saluran irigasi setinggi dua meter.
Petugas kepolisian setempat segera tiba di lokasi bersama tim SAR untuk mengevakuasi penumpang.
Sepuluh orang di antara dua puluh penumpang mengalami luka ringan, sementara dua lainnya memerlukan perawatan di rumah sakit.
Salah satu korban, seorang ibu rumah tangga, mengaku rasa takut saat mobil masuk ke dalam parit.
“Kami tidak menyangka jalan tiba-tiba menjadi licin, mobil meluncur dan kami terjepit,” ujarnya dengan suara bergetar.
Polisi lalu lintas Okutama, Kombes Pol. Agus Wibowo, menjelaskan penyebab utama kecelakaan adalah kondisi jalan yang basah dan kurangnya peringatan.
“Kami menemukan tidak ada rambu peringatan bahaya licin di area tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tim akan memperbaiki tanda peringatan dan membersihkan genangan air sesegera mungkin.
Menurut data Dinas Perhubungan Kabupaten Okutama, pada bulan Ramadan lalu tercatat peningkatan volume kendaraan hingga 30 persen karena arus mudik.
Angka tersebut memicu kepadatan lalu lintas di beberapa ruas utama, termasuk jalur yang menjadi lokasi kecelakaan.
Pejabat daerah, Camat Cikakak, menegaskan pentingnya koordinasi antarinstansi menjelang masa mudik.
“Kami akan meningkatkan pengawasan jalan, menambah petugas, serta memastikan fasilitas drainase berfungsi baik,” katanya.
Sementara itu, tim medis setempat melaporkan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Namun, mereka mengimbau semua penumpang untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala setelah kejadian.
Pengemudi Fortuner tersebut kini berada di bawah pemeriksaan polisi untuk memastikan tidak ada pelanggaran lain, seperti mengemudi dalam pengaruh alkohol.
Pihak kepolisian juga menegaskan akan menindak tegas pengendara yang melanggar batas kecepatan di zona rawan banjir.
Warga sekitar menyatakan kekhawatiran atas kondisi jalan yang rawan genangan selama musim hujan.
“Setiap kali hujan lebat, jalan ini menjadi licin dan sering ada kendaraan terperosok,” kata Budi, seorang petani setempat.
Berita serupa telah terjadi sebelumnya di wilayah yang sama, namun dengan kerugian yang lebih ringan.
Kejadian ini menambah catatan kecelakaan di jalur mudik, yang pada tahun lalu mencatat 152 insiden dengan 12 korban meninggal.
Pemerintah provinsi Jawa Barat berjanji akan meningkatkan investasi pada perbaikan infrastruktur jalan selama musim hujan.
Rencana tersebut mencakup pembangunan saluran pembuangan air tambahan serta pemasangan rambu peringatan otomatis.
Pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan, terutama di daerah yang rawan genangan dan banjir.
Selain itu, penggunaan lampu hazard dan pengereman yang tepat dianjurkan untuk menghindari kecelakaan serupa.
Petugas SAR menyarankan penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi evakuasi saat kendaraan terperosok.
Kejadian Fortuner di Okutama menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi jalan yang berubah-ubah.
Dengan langkah preventif dan penegakan hukum yang tegas, diharapkan insiden serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan