Media Kampung – Menjelang final Piala DFB 2026 yang mempertemukan Bayern Muenchen dan VfB Stuttgart, ketegangan antara kedua klub semakin memanas. Direktur VfB Stuttgart, Alexander Wehrle, melontarkan kritik tajam terhadap FC Bayern terkait kepindahan kontroversial Direktur Pemasaran Rouven Kasper yang meninggalkan Stuttgart untuk bergabung dengan Bayern pada Januari 2026.

Perpindahan Kasper yang terjadi di tengah musim ini masih menyisakan rasa kecewa mendalam di kubu Stuttgart. Wehrle mengaku kepindahan itu menyentuh secara pribadi dan tidak akan dilupakan begitu saja. “Hal itu sangat menyentuh saya secara pribadi. Saya juga tidak akan melupakan hal itu kepada Bayern. Tapi kita pasti akan bertemu lagi suatu saat nanti,” ujar Wehrle dalam sebuah acara yang digelar menjelang laga final.

Kasper, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Presiden Asia FC Bayern sebelum bergabung dengan VfB Stuttgart pada Januari 2022, memilih mengakhiri kontraknya dengan Stuttgart yang masih berlaku hingga 2028 demi menerima tantangan baru di Bayern. Uniknya, Bayern tidak perlu membayar biaya transfer karena pemutusan kontrak dilakukan atas keinginan Kasper sendiri.

Menurut Wehrle, keputusan Kasper ini memang bersifat pribadi meskipun ia memahami ikatan lama pria berusia 44 tahun tersebut dengan klub asal Munich itu. “Itu sungguh gila — dan tidak mendapat sepeser pun,” sindir Wehrle terkait kepindahan tanpa biaya transfer tersebut.

Dietmar Allgaier, Presiden VfB Stuttgart, sebelumnya menyatakan bahwa klub menghormati keputusan Kasper karena selama masa kerjanya, Kasper memberikan kontribusi signifikan dalam kebangkitan VfB serta memperkuat posisi klub sebagai platform bisnis dan merek yang kuat.

Sementara itu, Kasper menanggapi sindiran mantan atasannya dengan sikap dewasa dan profesional. Ia menyatakan bahwa meskipun hubungan mereka tidak lagi sedekat sebelumnya, ia tidak menyesali langkahnya dan sudah beradaptasi dengan baik di Bayern Munich. “Alex bukan hanya orang yang hebat, tetapi juga sudah cukup dewasa. Dia pasti bisa mengatasinya dengan mudah,” ujar Kasper.

Final Piala DFB yang akan digelar di Stadion Olympiastadion, Berlin, pada tanggal 24 Mei 2026 pukul 01.00 WIB ini menjadi panggung penting bagi kedua tim. Bayern Muenchen yang sudah memastikan gelar juara Bundesliga musim ini berambisi menutup musim dengan meraih trofi kedua, sedangkan VfB Stuttgart berharap mempertahankan gelar juara Piala DFB yang mereka raih pada musim lalu.

Dalam sejarah pertemuan final Piala DFB antara kedua tim pada edisi 1986 dan 2013, Bayern selalu keluar sebagai pemenang. Namun, Stuttgart yang kini diperkuat oleh semangat balas dendam dari manajemen tentu tidak akan mudah menyerah di laga penentu ini.

Situasi ini menambah drama jelang pertandingan final yang tidak hanya sarat gengsi tetapi juga membawa dimensi emosional tersendiri, terutama terkait dinamika internal kedua klub. Bayern berusaha mengukuhkan dominasinya sebagai tim tersukses di Piala DFB dengan koleksi 21 gelar, sementara Stuttgart bertekad menambah pundi-pundi trofi mereka menjadi lima kali juara.

Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa meski hubungan antara manajemen kedua klub sempat memanas, fokus utama tetap tertuju pada persaingan di lapangan. Final Piala DFB nanti diprediksi berlangsung sengit dan penuh tensi mengingat latar belakang konflik yang muncul di balik layar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.