Media Kampung – Lucas Frigeri menatap Derby Jawa Timur dengan tekad kuat setelah mencatat tiga clean sheet berurutan, menjelang laga klasik melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Sepanjang musim 2025/2026, kiper asal Brasil ini tampil dalam 17 pertandingan, sebelumnya menelan 20 gol dalam 14 laga. Pencapaian tiga pertandingan tanpa kebobolan melawan Persita Tangerang, Persis Solo, dan Persib Bandung menandai lonjakan performa yang signifikan.

Frigeri menegaskan bahwa keberhasilannya berakar pada kerja keras. “Kerja keras! Dalam kehidupan seorang penjaga gawang, tidak ada pilihan lain selain bekerja keras. Saat bermain maupun tidak, kita harus selalu bekerja untuk memberikan yang terbaik saat dibutuhkan,” ujarnya dalam wawancara dengan situs Ileague.

Setelah mencatatkan tiga clean sheet, kepercayaan diri Frigeri naik drastis. “Saya sangat senang karena tidak kebobolan. Hal ini memberikan banyak kepercayaan diri bagi kami sebagai penjaga gawang, jadi saya merasa sangat bahagia,” katanya.

Namun, Frigeri tidak berpuas diri. Ia mengingat catatan historis Persebaya yang berhasil mencetak lima gol dalam tiga pertemuan terakhir melawan Arema. “Sekarang saatnya mencari motivasi baru. Kami memiliki pertandingan yang sangat penting berikutnya, yaitu laga klasik melawan Persebaya,” tegasnya, menambah tekanan pada persiapan tim.

Arema FC memasuki laga tersebut dengan fokus pada pertahanan kolektif. Pelatih Bernardo Tavares menekankan pentingnya konsistensi dan disiplin taktik, terutama di lini belakang, untuk menahan serangan cepat Persebaya yang dipimpin oleh striker Bruno Moreira dan Gali Freitas.

Statistik tim menunjukkan Arema mencatat rata-rata penguasaan bola 54% dan tiga peluang tolak dalam lima laga terakhir, sementara Persebaya mencatat 62% penguasaan dan delapan peluang menembak ke gawang. Kedua sisi diprediksi akan mengandalkan strategi serangan balik dan tekanan tinggi.

Persiapan mental Frigeri meliputi latihan intensif, analisis video, dan sesi motivasi bersama rekan setim. Ia menutup persiapan dengan pernyataan, “Hal terpenting adalah terus bekerja keras dan tetap fokus agar kami bisa memberikan yang terbaik di pertandingan selanjutnya.”

Derby Jawa Timur ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi Frigeri, tetapi juga menjadi indikator kekuatan Arema menjelang sisa musim. Jika kiper tetap konsisten, peluang Arema untuk meraih poin maksimal melawan rival tradisional meningkat.

Jumat malam, Arema FC mengumumkan susunan pemain dengan Frigeri sebagai starter, didampingi lini pertahanan yang dipimpin oleh kapten tim. Kedua tim diperkirakan akan menurunkan skuad lengkap, menandai pentingnya laga ini bagi klasemen Liga 1.

Dengan atmosfer penuh semangat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, dukungan suporter Arema diprediksi akan menambah energi bagi Frigeri. Semua mata kini tertuju pada kiper yang ingin mengukir sejarah baru dengan menjaga gawang dari serangan Persebaya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.