Media Kampung – Cercle Brugge berhasil mengamankan kemenangan tipis 2-1 melawan FCV Dender pada pertandingan Pro League yang berlangsung pada 19 April 2026, menegaskan posisi menengah mereka di klasemen.
Pertandingan yang digelar di Jan Breydel Stadium mencatat gol pertama Alireza Jahanbakhsh pada menit ke-18, diikuti gol penentu oleh Oumar Diakité pada menit ke-29.
FCV Dender sempat menyamakan kedudukan lewat gol Edan Diop pada menit ke-46, namun kegagalan mereka mengkonversi peluang selanjutnya membuat hasil akhir tetap menguntungkan bagi Cercle Brugge.
Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola Cercle Brugge sebesar 53 % dibandingkan 47 % milik Dender, dengan total tembakan 9 berbanding 13 serta tembakan tepat sasaran masing-masing 5 dan 3.
Setelah kemenangan ini, Cercle Brugge berada di peringkat ke‑10 dengan 41 poin, selisih satu poin dari tim di zona play‑off, sementara FCV Dender tetap berada di zona degradasi dengan 22 poin.
Pertandingan berikutnya bagi Cercle Brugge dijadwalkan melawan Zulte Waregem pada akhir pekan depan, sebuah laga yang dapat memperkuat peluang mereka untuk menembus zona play‑off.
Di luar lapangan, klub asal Monaco dilaporkan tertarik pada pemain muda Steve Ngoura dari Cercle Brugge, yang baru saja menerima panggilan pertama ke timnas Prancis U21.
“Kami memantau perkembangan Ngoura secara intensif, dan ia menunjukkan potensi yang sesuai dengan filosofi kami,” ungkap perwakilan Monaco dalam sebuah pernyataan resmi.
Stadion Jan Breydel memang menjadi rumah bersama bagi dua klub Belgia, Cercle Brugge dan Club Brugge, sebuah model yang semakin jarang di Eropa namun tetap berhasil mengoptimalkan fasilitas.
Sejak bergabung ke Pro League pada musim 2020/2021, Cercle Brugge telah konsisten berada di zona menengah, dengan pencapaian tertinggi pada musim 2022/2023 ketika mereka finis di peringkat keenam.
Pelatih kepala Cercle Brugge, Karim Belhocine, menilai performa timnya cukup memuaskan namun menekankan pentingnya konsistensi: “Kami harus terus memperbaiki detail, terutama dalam mengkonversi peluang menjadi gol.”
Kemenangan ini juga berimplikasi pada perjuangan FCV Dender yang kini berada di ambang degradasi, mengingat hanya satu poin selisih dari zona aman.
FCV Dender saat ini berada dalam fase play‑off degradasi yang melibatkan empat tim terbawah, dengan hanya tim terbawah yang akan turun ke divisi berikutnya.
Reformasi kompetisi Belgia yang direncanakan untuk musim 2026/2027 akan menambah jumlah peserta menjadi 18 tim, meningkatkan tekanan pada klub-klub yang berada di zona relegasi.
Para pendukung Cercle Brugge menyambut kemenangan ini dengan antusias, mengungkapkan harapan agar tim dapat menambah poin pada laga-laga berikutnya dan menutup musim dengan posisi yang lebih baik.
Dengan performa yang stabil dan sorotan transfer yang menguatkan, Cercle Brugge kini berada pada posisi yang menguntungkan menjelang fase akhir musim Pro League.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan