Media Kampung – Persib Bandung dan Arema FC berakhir imbang tanpa gol (0-0) pada pekan ke-29 BRI Super League yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Jumat, 24 April 2026. Hasil tersebut mempertahankan posisi Persib di puncak klasemen sementara jarak dengan pesaing terdekat, Borneo FC, tetap tiga poin.

Pertandingan dimulai dengan tekanan intens dari Persib yang menguasai bola sekitar 65 persen, sementara Arema hanya mengendalikan 35 persen. Tim asuhan Bojan Hodak mencatatkan 21 tembakan, 12 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Arema mencatat empat tembakan, satu tepat sasaran. Meskipun peluang melimpah, kiper Arema, Lucas Frigeri, berhasil menahan semua serangan Persib.

Poin pertama Persib muncul pada menit ketiga ketika kerja sama antara Uilliam Barros dan Andrew Jung menciptakan peluang, namun Frigeri menyelamatkan gawang. Pada menit ke-11, Marc Klok menembakkan bola dari dalam kotak penalti yang melambung di atas mistar. Kesempatan lainnya muncul melalui tembakan Luciano Guaycochea pada menit ke-32 yang masih meleset.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui frustrasi atas ketidakmampuan menyelesaikan peluang. Ia menyatakan, “Kami menciptakan 28 tembakan ke gawang, namun tidak ada yang berhasil masuk. Ini menunjukkan kekurangan di penyelesaian akhir meski dominasi kami jelas,”. Ia menambahkan bahwa tim harus tetap fokus pada lima laga tersisa untuk memastikan gelar juara.

Arema FC, yang mengandalkan taktik bertahan rapat, berhasil menahan serangan berulang Persib. Frigeri, yang menjadi pahlawan di gawang, menyatakan, “Kami tetap disiplin dan menutup ruang bagi serangan Persib, sehingga mereka tidak dapat memanfaatkan peluang yang ada,”.

Hasil imbang menambah total poin Persib menjadi 66 dari 29 laga, sementara Borneo FC masih menunggu hasil pekan ke-29 mereka. Jika Borneo FC menang melawan Semen Padang pada Sabtu, 25 April 2026, mereka akan menyamai poin Persib, namun aturan head-to-head akan menjadi penentu akhir.

Jadwal Borneo FC berikutnya menempatkan mereka melawan tim papan bawah Semen Padang di Stadion Segiri, Samarinda, pada pukul 19.00 WIB. Kemenangan di laga tersebut akan mengembalikan tekanan pada Persib yang harus mempertahankan keunggulan mereka pada sisa lima pertandingan musim.

Di sisi lain, Persija Jakarta, yang berada di posisi tiga dengan 59 poin, masih memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan, namun jarak poin yang lebih besar membuat tugas mereka lebih berat.

Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Persib mencatatkan 28 tembakan, dengan 13 tepat sasaran, sementara Arema hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Meskipun Persib mendominasi statistik serangan, ketidakmampuan konversi menjadi gol tetap menjadi catatan penting bagi tim Bojan Hodak.

Dengan sisa lima pertandingan, Persib harus meningkatkan akurasi penyelesaian akhir untuk mengamankan gelar. Bojan Hodak menegaskan, “Kami harus memanfaatkan setiap peluang dan mengurangi kesalahan, terutama dalam fase akhir serangan, agar tidak memberikan keuntungan pada pesaing,”.

Kondisi ini menambah ketegangan dalam perebutan gelar BRI Super League 2025/2026, di mana setiap poin menjadi krusial menjelang akhir musim.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.