Media Kampung – Persib Bandung terus berupaya menjaga peringkat Persib di puncak klasemen Liga 1 setelah hasil imbang 2-2 melawan Dewa United pada Senin 20 April 2026 di Banten International Stadium, Serang, sebuah pertandingan yang menambah ketegangan di puncak tabel layaknya duel Arsenal dengan Manchester City di Premier League.

Pelepasan gol dimulai lewat gol pertama Alex Martins pada menit ke-24 dan dilanjutkan oleh Ricky Kambuaya pada menit ke-61, memberikan Dewa United keunggulan 2-0; namun Persib berhasil bangkit setelah Alex Martins menerima kartu kuning kedua dan tim lawan bermain dengan 10 orang, memanfaatkan penalti Thom Haye pada menit ke-77 dan sundulan Andrew Jung pada menit ke-86 untuk menyamakan kedudukan.

Dengan hasil imbang tersebut, Persib mengumpulkan 65 poin dari 28 pertandingan, tetap memimpin klasemen namun hanya selisih dua poin dari Borneo FC yang berada di peringkat kedua dengan 63 poin, sementara Persija Jakarta menempati posisi ketiga dengan 58 poin dan tetap menjadi ancaman bagi juara sementara.

Situasi persaingan di Liga 1 kini menyerupai persaingan di Liga Inggris, di mana Arsenal yang semula memimpin kini dikejar ketat oleh Manchester City; dalam konteks Indonesia, Persib harus menahan tekanan Borneo FC yang terus menutup jarak, dan kegagalan menambah tiga poin dapat memberi ruang bagi lawan‑lawannya untuk melesat.

Pelatih Bojan Hodak mengaku kurang puas dengan performa timnya, menilai bahwa gol pertama Dewa United merupakan “gol anak‑anak” akibat kesalahan individu dan menekankan perlunya perbaikan dalam konsistensi serta pengambilan keputusan di lini serang, sementara ia tetap optimis bahwa skuadnya memiliki potensi untuk mencetak hattrick liga secara beruntun.

Pertandingan selanjutnya bagi Persib adalah melawan Arema FC pada 24 April 2026 di kandang, sebuah laga penting untuk mengamankan tiga poin dan memperlebar jarak dari Borneo FC, sedangkan Borneo FC akan menjamu Arema pada pekan yang sama, menambah intensitas persaingan di papan atas.

Jika Persib berhasil meraih kemenangan pada pertemuan berikutnya, mereka dapat memperkuat posisi puncak dan menurunkan risiko dikudeta oleh Borneo FC atau Persija, namun setiap poin tetap krusial mengingat masih tersisa enam pertandingan hingga akhir musim, sehingga konsistensi menjadi kunci utama dalam mempertahankan peringkat teratas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.