Media Kampung – 18 April 2026 | Nottingham Forest akan menjemput Burnley pada Minggu, 19 April 2026 di City Ground dalam laga Premier League pekan ke-33, menjanjikan pertarungan penting dalam upaya bertahan di kasta tertinggi. Kemenangan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Forest yang kini berada di zona aman dari degradasi, sementara Burnley berjuang menghindari tiga angka pada klasemen.
Forest mencatat tiga kemenangan beruntun di liga, termasuk kemenangan 3-0 atas Tottenham Hotspur yang meningkatkan selisih tiga poin atas pesaing langsung dalam perang degradasi. Tim asuhan Vitor Pereira juga tidak terkalahkan dalam enam pertemuan terakhir di semua kompetisi, menandakan peningkatan signifikan sejak pergantian manajer.
Prestasi Eropa menjadi sorotan tambahan, setelah Morgan Gibbs-White mencetak gol tunggal melawan FC Porto pada leg kedua perempat final Liga Europa 2025/2026. Gol tersebut memastikan aggregate 2-1 untuk Forest, mengantar mereka ke semifinal pertama sejak era Brian Clough.
Statistik pertemuan langsung antara Forest dan Burnley menunjukkan dominasi tuan rumah, dengan Forest tetap tak terkalahkan dalam tiga pertemuan terakhir melawan Clarets. Rekor tersebut mencakup dua kemenangan dan satu hasil imbang, memperkuat kepercayaan pada keunggulan rumah.
Namun, beberapa pemain kunci Forest masih dipertanyakan kehadirannya. Murillo dan Chris Wood mengalami cedera otot pada laga melawan Porto, sementara Callum Hudson‑Odoi diperkirakan absen karena masalah otot yang lebih serius. Vitor Pereira menyatakan bahwa Wood dan Murillo akan tersedia, namun Hudson‑Odoi kemungkinan besar tidak bermain.
Burnley menghadapi krisis cedera yang signifikan, dengan Connor Roberts dan Hannibal Mejbri dinyatakan absen karena cedera otot. Selain itu, Josh Laurent menjalani skorsing tiga pertandingan setelah menerima kartu merah melawan Fulham. Namun, penyerang Zeki Amdouni telah kembali berlatih setelah pulih dari masalah lutut.
Prediksi susunan pemain menunjukkan Vítor Pereira kemungkinan menurunkan formasi 4‑3‑3 dengan Sels di gawang, pertahanan yang meliputi Aina, Murillo, Milenkovic, dan Williams. Di lini tengah, Sangare, Anderson, dan Hutchinson diperkirakan mengisi peran kreatif, sementara Gibbs‑White, Ndoye, dan Jesus menjadi pilihan penyerang utama.
Untuk Burnley, Scott Parker diperkirakan menurunkan formasi 4‑2‑3‑1 dengan Dubravka sebagai penjaga gawang, pertahanan yang terdiri dari Hartman, Humphreys, Esteve Walker, dan Ugochukwu. Di tengah, Ward‑Prowse dan Edwards akan mengendalikan tempo, sementara Anthony, Foster, dan Flemming menjadi opsi serangan.
Data statistik menunjukkan Forest telah mencetak 38 gol dan kebobolan 44 gol hingga pekan ke-33, dengan rata‑rata 1,13 gol per pertandingan di kandang. Burnley, di sisi lain, hanya mencetak 28 gol dan kebobolan 63 gol, menempati posisi ke-19 dengan 20 poin dari 32 laga.
Vítor Pereira mengungkapkan keyakinannya menjelang pertandingan, “Kami datang dengan semangat juang tinggi dan ingin memanfaatkan keunggulan kandang untuk meraih tiga poin penting.” Pernyataan tersebut menegaskan tekad tim untuk melanjutkan tren positif setelah keberhasilan di kompetisi Eropa.
Scott Parker menanggapi situasi sulit timnya dengan berkata, “Kami harus menunjukkan karakter kuat di luar tanah sendiri dan memperbaiki pertahanan yang selama ini menjadi titik lemah kami.” Parker menekankan pentingnya disiplin defensif untuk menghindari kekalahan beruntun.
Jika Forest berhasil meraih tiga poin, jarak mereka dengan zona degradasi akan melebar menjadi enam poin, memberi ruang manuver lebih besar pada sisa musim. Sebaliknya, kekalahan dapat menurunkan moral tim dan memperkecil peluang keluar dari zona 19‑20.
Burnley masih memiliki peluang untuk bangkit jika mampu mengamankan kemenangan di luar stadion, namun catatan mereka hanya dua kemenangan dalam 21 pertemuan terakhir melawan Forest menambah beban psikologis. Statistik ini menegaskan tantangan tambahan bagi Clarets untuk menembus pertahanan Forest.
Pertandingan selanjutnya bagi Nottingham Forest setelah melawan Burnley adalah melawan Aston Villa pada pekan ke-34, sementara Burnley akan menghadapi Liverpool. Kedua laga tersebut akan menjadi penentu akhir musim bagi masing‑masing klub.
Dengan kondisi pemain utama sebagian besar kembali fit dan motivasi tinggi setelah keberhasilan melawan Porto, Nottingham Forest berada pada posisi yang lebih menguntungkan menjelang laga melawan Burnley, sementara Clarets harus mengatasi masalah cedera dan performa buruk di luar kandang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan