Media Kampung – 15 April 2026 | Eerste Divisie kembali menjadi sorotan setelah aturan play‑off yang jarang diketahui memungkinkan tim peringkat dua belas naik ke Keuken Kampioen Divisie.
Aturan tersebut menyatakan bahwa jika tim peringkat ke‑12 mengalahkan tim peringkat kelima dalam serangkaian pertandingan, mereka dapat memperoleh lisensi promosi meski berada di zona degradasi.
Kasus pertama muncul ketika klub bersejarah yang sebelumnya terdegradasi pada musim 2024/2025 diprediksi dapat kembali ke kelas satu meski berada di posisi dua belas pada minggu ke‑30.
Direktur kompetisi KNVB menegaskan bahwa regulasi ini dirancang untuk memberi peluang lebih besar pada tim yang menunjukkan performa akhir musim yang impresif.
Di sela itu, pertandingan antara Jong FC Utrecht dan Vitesse pada 14 April 2026 menjadi sorotan karena insiden penonton yang tidak biasa.
Kelompok suporter Vitesse yang duduk di tribun rumah tiba‑tiba diminta keluar oleh steward, kemudian ditolak masuk ke tribun tamu meski sebelumnya dijanjikan relokasi.
Seorang suporter Vitesse mengungkapkan, “Kami diberi dua pilihan: pulang atau pindah ke tribun tamu, namun akhirnya kami dipaksa kembali ke luar stadion.”
Insiden tersebut memicu keributan di antara suporter Vitesse yang menanggapi dengan teriakan “shame on you” kepada petugas.
Penjaga keamanan menambahkan bahwa proses verifikasi identitas dilakukan dengan foto dan kartu identitas sebelum pengusiran.
Stadion Galgenwaard mencatat kehadiran yang tipis pada pertandingan tersebut, memperparah ketegangan karena hampir tidak ada penonton lain yang menyaksikan.
Di luar Belanda, pemain berdarah Indonesia Dean Zandbergen mengumumkan tekadnya untuk memperoleh paspor Indonesia meski terjebak dalam skandal “paspoortgate”.
Dalam wawancara dengan kanal YouTube FC AFKICKEN pada 8 April 2026, Zandbergen menyatakan, “Saya akan berbohong kalau tidak menginginkannya, bermain untuk Indonesia adalah impian saya.”
Zandbergen, yang berusia 24 tahun dan mencatat 13 gol serta tiga assist dalam 32 penampilan di musim 2025/2026 untuk VVV‑Venlo, menjadi kandidat naturalisasi bagi Timnas Indonesia.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dikabarkan tengah memantau statistik Zandbergen sebagai opsi pengganti striker utama yang mengalami penurunan performa.
Statistik menunjukkan bahwa Zandbergen memiliki tinggi 188 cm dan rata‑rata 0,41 gol per pertandingan, lebih unggul dibandingkan striker naturalisasi lain seperti Mauro Zijlstra.
Jika proses naturalisasi selesai sebelum Piala AFF 2026, Zandbergen dapat memperkuat lini serang Indonesia pada fase grup pertama.
Namun, proses paspor masih terhambat oleh investigasi kepolisian Belanda terkait dugaan pemalsuan dokumen pada 25 pemain lain.
Pengamat sepak bola Belanda menilai bahwa kasus Zandbergen mencerminkan dilema pemain dual‑nationalitas yang harus memilih antara karier di Eropa atau kebanggaan nasional.
Sementara itu, KNKNB (Konfederasi Nasional Klub Negeri Belanda) menegaskan bahwa aturan promosi 12‑12 tetap berlaku hingga akhir musim 2025/2026.
Jika tim peringkat dua belas berhasil menjuarai play‑off, mereka akan langsung naik ke Keuken Kampioen Divisie pada akhir musim.
Regulasi ini menambah ketegangan pada papan klasemen, karena tim‑tim tengah kini berjuang tidak hanya menghindari degradasi, tetapi juga berambisi promosi.
Menurut data resmi KNVB, pada minggu ke‑30 terdapat tiga tim peringkat dua belas yang masih memiliki peluang promosi melalui play‑off.
Para analis menilai bahwa persaingan ini meningkatkan nilai komersial liga, terutama bagi sponsor yang menargetkan eksposur lebih tinggi pada tim yang berpotensi promosi.
Di sisi lain, insiden penonton di Stadion Galgenwaard menimbulkan perdebatan tentang kebijakan penempatan suporter dalam pertandingan junior.
KNVB berjanji akan meninjau prosedur penempatan suporter untuk menghindari situasi serupa di masa depan.
Keputusan ini diharapkan meningkatkan keamanan serta kenyamanan bagi suporter asing yang menonton pertandingan di luar negeri.
Secara keseluruhan, musim 2025/2026 Eerste Divisie menjadi saksi kombinasi unik antara regulasi kompetisi yang inovatif, insiden penonton yang kontroversial, dan aspirasi pemain naturalisasi yang berpotensi mengubah dinamika internasional.
Dengan perkembangan terbaru, penggemar sepak bola di Indonesia dan Belanda menantikan keputusan akhir tentang promosi tim dua belas, penyelesaian kasus paspor Zandbergen, serta kebijakan penonton yang lebih adil.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan