Media Kampung – 10 April 2026 | Performa Real Madrid di bawah Alvaro Arbeloa menimbulkan sorotan tajam setelah tim mencatat enam kekalahan dalam 19 pertandingan, angka yang melebihi catatan Xabi Alonso dalam periode yang lebih singkat.

Kekalahan 1-2 melawan Bayern München di leg pertama perempat final Liga Champions menambah tekanan, sementara jarak tujuh poin dari Barcelona di La Liga membuat peluang juara semakin sempit.

Di luar lapangan, ketegangan antara Arbeloa dan Raul Asencio serta konflik dengan kapten Dani Carvajal menambah keraguan akan stabilitas internal klub.

Pihak manajemen Real Madrid telah menyiapkan daftar pendek lima pelatih potensial untuk menggantikan Arbeloa jika keputusan pemecatan diambil dalam beberapa minggu mendatang.

Stefano Pioli, yang berhasil membawa AC Milan kembali ke perempat final Liga Champions musim lalu, dipuji karena kemampuan mengolah skuad beragam dan mengoptimalkan pemain muda.

Mauricio Pochettino, mantan pelatih Tottenham dan saat ini memimpin Chelsea, dikenal dengan gaya pressing tinggi serta pengembangan pemain yang konsisten, faktor yang dianggap relevan untuk menyeimbangkan serangan dan pertahanan Madrid.

Luis Enrique, yang pernah melatih Barcelona dan berhasil meraih dua gelar La Liga, menawarkan pengalaman dalam mengelola tekanan tinggi dan kemampuan mengadaptasi taktik sesuai lawan.

Zinedine Zidane, legenda Real Madrid yang pernah mengamankan tiga trofi Liga Champions berturut‑turut, tetap menjadi nama yang sering disebut karena pemahaman mendalam terhadap budaya klub.

Antonio Conte, pelatih yang menorehkan kesuksesan di Juventus dan Tottenham dengan pola permainan defensif disiplin, dianggap dapat menambah kestabilan struktural pada skuad yang kini rentan.

Jika perubahan kepelatihan terjadi, Real Madrid diharapkan dapat memulihkan performa di Liga Champions dan memperkecil jarak dengan pemimpin klasemen La Liga, sambil menenangkan dinamika ruang ganti yang saat ini masih bergejolak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.