Media Kampung – 09 April 2026 | PSSI mengonfirmasi sedang melakukan pendekatan dengan Luke Vickery, pemain berusia 20 tahun asal Hawaii, sebagai calon naturalisasi timnas Indonesia.
Vickery saat ini berkarier di Macarthur FC, klub A-League Australia, dan menempati posisi winger.
Ia memiliki latar belakang keluarga campuran: ayah warga australia dan ibu berdarah Indonesia, sehingga memenuhi syarat tiga kebangsaan.
Pihak PSSI menyatakan keputusan masih berada pada tahap awal, dengan komunikasi terbuka antara kedua belah pihak.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan belum ada keputusan final dan proses masih bersifat eksploratif.
“Kami masih melakukan pendekatan, menyesuaikan dengan kebutuhan tim,” ujar Sumardji dalam konferensi pers.
Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, juga memberikan rekomendasi kuat untuk mengamankan Vickery.
Herdman menilai kualitas teknik dan fisik Vickery telah terbukti pada kompetisi A-League.
Statistik Vickery di musim ini mencatat 21 penampilan, 4 gol, dan 1 assist, menunjukkan kontribusi signifikan.
Penampilan tersebut menegaskan bahwa ia bukan sekadar pemain cadangan, melainkan talenta yang terus berkembang.
Sebelum bergabung dengan Macarthur FC, Vickery bermain untuk tim junior Australia U‑19 pada tahun 2024.
Pengalaman internasional di level junior menambah nilai plus bagi adaptasi cepat di skuad Garuda.
Karena belum pernah memperkuat tim senior Australia, hak untuk dinaturalisasi masih terbuka.
PSSI menilai bahwa proses naturalisasi dapat memperkuat lini serang Timnas Indonesia menjelang kualifikasi piala dunia.
Sumardji menambahkan bahwa pihak federasi sedang mempersiapkan dokumen resmi untuk pengajuan.
Dia menegaskan bahwa semua persyaratan FIFA dan Kemenpora akan dipatuhi secara ketat.
Pihak PSSI juga mengawasi respons publik dan media, terutama setelah sorotan media Vietnam dan Thailand.
Media Vietnam, The Thao 247, melaporkan bahwa naturalisasi Vickery menjadi sinyal positif bagi ambisi Indonesia di panggung internasional.
Media Thailand melaporkan adanya blokir keamanan pada situs mereka, namun tetap menyoroti potensi Vickery bagi Timnas Indonesia.
Dalam pernyataannya, Vickery mengungkapkan keinginan kuat untuk mengenakan seragam merah putih.
“Saya ingin berkontribusi bagi Indonesia dan meraih impian bersama tim,” katanya singkat.
Keputusan Vickery untuk memilih Indonesia dianggap sebagai langkah strategis mengingat peluang bermain lebih cepat di level senior.
PSSI berharap proses naturalisasi dapat selesai sebelum jeda internasional berikutnya.
Jika berhasil, Vickery akan menjadi pemain naturalisasi termuda yang pernah bergabung dengan Timnas Garuda.
Langkah ini juga mencerminkan kebijakan PSSI yang lebih terbuka terhadap pemain berdarah Indonesia di luar negeri.
Strategi naturalisasi sebelumnya, seperti pada pemain keturunan Sumatra, telah memberikan hasil positif bagi tim.
Pengamat sepak bola menilai penambahan Vickery dapat meningkatkan variasi serangan sayap tim nasional.
Mereka menambahkan bahwa kecepatan dan kemampuan dribbling Vickery cocok dengan gaya bermain Herdman.
PSSI berjanji akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut melalui kanal resmi jika proses mencapai tahap final.
Penggemar Indonesia menyambut baik kabar ini, menunggu konfirmasi resmi dan debut Vickery di laga internasional.
Dengan target jangka pendek menuju Piala Dunia 2026, penambahan Vickery dianggap memperkuat peluang kualifikasi.
Seluruh pihak berharap proses naturalisasi berjalan lancar, memberi manfaat bagi pemain dan tim nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan