Media Kampung – 08 April 2026 | Persija Jakarta mengalami kekalahan 2-3 atas Bhayangkara FC pada pekan ke-26 Liga 1 2025/2026, berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (5 April 2026).
Kekalahan ini menambah tekanan pada tim macan kemayoran yang kini berada di zona perantauan poin.
Pelatih Mauricio Souza mengakui strategi tim tidak berjalan sesuai rencana, terutama dalam menekan tinggi yang tidak menghasilkan peluang.
Ia menambahkan, “Kami terlalu bergantung pada serangan sayap, namun Bhayangkara menutup ruang dengan cepat, sehingga taktik kami gagal.”
Laga tersebut juga menjadi debut resmi kiper muda Cyrus Margono yang menggantikan Carlos Eduardo dan Andritany Ardhiyasa sejak menit pertama.
Margono, berusia 24 tahun, tampil dengan pendekatan tradisional sebagai shot-stopper, berfokus pada posisi di dalam kotak penalti.
Selama 90 menit, ia mencatat dua penyelamatan, satu di dalam area enam yard, tanpa aksi duel udara atau klaim tinggi.
Statistik heatmap memperlihatkan aktivitasnya terpusat di zona 6-yard box, menandakan gaya bermain yang konservatif.
Meskipun begitu, akurasi operannya mencapai 93 persen, dengan 13 umpan berhasil dari 14 percobaan, membantu transisi serangan Persija.
Ia juga mencatat enam recoveries dan dua interceptions, menunjukkan kemampuan membaca pergerakan bola di zona pertahanan.
Namun, kekurangan dalam duel udara menjadi catatan penting, karena tidak ada klaim tinggi maupun kemenangan duel.
Bhayangkara membuka skor lebih dulu melalui serangan balik cepat pada menit ke-12, memanfaatkan ruang di sayap kanan Persija.
Gol kedua Bhayangkara datang lewat tembakan jarak menengah pada menit ke-34, setelah pertahanan Persija gagal menutup celah.
Persija berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-57 lewat serangan kombinasi antara Marko Simic dan Bruno Miguel.
Namun, Bhayangkara kembali unggul pada menit ke-71 lewat tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi.
Gol penutup Persija tercipta pada menit ke-84, namun tidak cukup untuk menghindari kekalahan.
Setelah pertandingan, Mauricio Souza menilai bahwa pertahanan lini belakang terlalu menunggu, sehingga memberi ruang bagi Bhayangkara.
Ia menegaskan perlunya perbaikan dalam pressing dan peran kiper yang lebih aktif dalam mengantisipasi bola.
Margono sendiri mengaku masih belajar menyesuaikan diri dengan intensitas Liga 1, dan bertekad meningkatkan kemampuan duel udara.
Statistik pertandingan menunjukkan Persija mencatat 14 operan sukses, 38 penguasaan bola, namun kehilangan 15 peluang bernilai.
Bhayangkara mencatat 16 tembakan, dengan 7 tepat sasaran, menegaskan keefektifan serangan mereka.
Kekalahan ini menurunkan poin Persija menjadi 30 poin, menempatkan mereka di urutan ke-12 klasemen sementara.
Kedepannya, Mauricio Souza berjanji akan meninjau taktik tim dan memberi kesempatan lebih banyak kepada pemain muda seperti Cyrus Margono.
Tim akan kembali berlatih pada Senin, dengan fokus pada perbaikan transisi defensif dan penyesuaian pressing.
Persija berharap dapat bangkit pada pertemuan berikutnya melawan PSM Makassar, menjelang putaran ke-27 Liga 1.
Persija harus mengatasi kegagalan strategi dan meningkatkan peran kiper untuk menghindari kekalahan serupa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan