Media Kampung – 05 April 2026 | Ajax mengalami kekalahan 1-2 di kandang melawan FC Twente pada Sabtu (4 April 2026). Hasil ini menurunkan Ajax ke posisi kelima klasemen Eredivisie.
Gol pertama datang dari pemain tengah Twente, Ramiz Zerrouki, pada menit ke-18 setelah menembak dari luar kotak penalti. Tembakan itu memantul di tiang sebelum masuk.
Wout Weghorst menyamakan kedudukan Ajax pada menit ke-32 lewat serangan terkoordinasi yang melibatkan Youri Baas dan Mika Godts. Gol itu menjadi gol pertama Weghorst untuk Ajax sejak pertemuan akhir Oktober 2025.
Pada menit ke-49, Ajax hampir menambah gol tetapi pertahanan Twente berhasil memblokir tembakan dekat gawang. Namun, peluang itu tidak berlanjut.
Bart van Rooij mencetak gol kemenangan untuk Twente pada menit ke-79 dengan tembakan keras dari sisi kanan yang melengkung ke sudut atas gawang. Gol itu menutup skor menjadi 2-1.
Kiper Ajax, Maarten Paes, mencatatkan dua kebobolan dan satu penyelamatan krusial. Ia berhasil menangkis tembakan keras Sam Lammers pada menit ke-4.
Paes sempat melakukan kesalahan pada menit ke-45 ketika mencoba membuang bola dengan kaki kiri, namun Sam Lammers tidak dapat memanfaatkan situasi tersebut. Ia kemudian kembali melakukan penyelamatan dari tembakan Daan Rots.
Penilaian individu menunjukkan Paes mendapatkan rating menengah karena kebobolan dua gol, meski ia menampilkan refleks yang baik pada beberapa kesempatan.
Pelatih Ajax, Óscar García, mengakui timnya gagal mengendalikan tempo pertandingan di babak kedua. “Kami kehilangan bola terlalu sering dan tidak dapat menahan tekanan fisik mereka,” ujarnya.
Pelatih FC Twente, John van den Brom, menilai kemenangan sebagai bukti kerja keras tim. “Kami bermain dengan disiplin dan memanfaatkan setiap peluang,” katanya.
Kemenangan ini menempatkan Twente di posisi keempat klasemen, hanya dua poin di atas Ajax. Sementara itu, Ajax kini selisih lima poin dari zona Champions League.
Statistik menunjukkan Ajax menguasai 58% penguasaan bola, namun akurasi tembakan berada di bawah 30%. Twente lebih efektif dengan rasio tembakan ke gol yang lebih tinggi.
Di sisi lain, Paes baru saja menerima penghargaan Kiper Terbaik di PSSI Awards setelah penampilan bersih pada laga internasional melawan St. Kitts and Nevis. Penghargaan itu tidak mengubah hasil akhir di Amsterdam.
Kekalahan ini menambah catatan buruk Ajax di Johan Cruyff Arena sejak Desember 2020, ketika mereka terakhir kalah dari Twente di kandang. Sepuluh tahun terakhir klub jarang mengalami kegagalan di rumah melawan tim kelas menengah.
Persaingan untuk tiket langsung Champions League kini semakin ketat. Feyenoord dan NEC berada di atas Ajax dengan selisih poin yang lebih kecil.
Ajax diperkirakan akan melakukan rotasi pemain pada pekan berikutnya, mengingat jadwal padat di kompetisi domestik dan Eropa. Beberapa pemain seperti Raúl Moro dan Kasper Dolberg kemungkinan akan tetap berada di bangku cadangan.
Sementara itu, Twente menyiapkan strategi defensif lebih ketat untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan tim papan atas. Mereka berharap dapat mempertahankan posisi empat besar.
Fans Ajax di arena mengekspresikan kekecewaan, namun tetap mendukung tim dengan teriakan dan nyanyian. Atmosfer tetap tenang setelah peluit akhir.
Analisis pasca pertandingan menyoroti kebutuhan Ajax untuk meningkatkan efektivitas serangan dan menurunkan angka kebobolan. Perubahan taktik di lini tengah diharapkan menjadi prioritas.
Pertandingan ini menegaskan bahwa persaingan Eredivisie tidak lagi dapat diprediksi, dan setiap poin menjadi krusial menjelang akhir musim.
Dengan tiga pertandingan tersisa, Ajax harus mengumpulkan setidaknya delapan poin untuk kembali bersaing dalam zona Champions League. Hasil selanjutnya akan menentukan nasib mereka.
Secara keseluruhan, kekalahan melawan Twente menambah tekanan pada manajemen dan pelatih Ajax untuk segera memperbaiki performa tim. Perbaikan tersebut menjadi fokus utama menjelang penutupan musim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan