Media Kampung – 24 Maret 2026 | RSC Anderlecht kembali menjadi sorotan setelah kekalahan 0‑3 melawan Cercle Brugge, dimana pemain muda Nathan De Cat dan pelatih Jérémy Taravel menyuarakan kekecewaan serta menuding masalah mentalitas tim.

De Cat menilai pertandingan sudah hilang pada babak pertama setelah menelan tiga gol mudah, menegaskan bahwa absennya beberapa pemain tidak dapat menjadi alasan bagi tim tuan rumah.

Taravel menambahkan bahwa intensitas dan energi yang rendah menutup peluang kemenangan, mengingat lawan mereka bermain dengan pola yang sudah diprediksi.

Kekalahan tersebut menempatkan Anderlecht di posisi keenam klasemen, namun tetap menjamin tempat di Babak Play‑Off Liga Champions.

Musim ini digambarkan klub sebagai perjalanan penuh naik turun, dengan beberapa kemenangan penting namun juga kekalahan yang menimbulkan keraguan.

Meski tim sedang berjuang, De Cat menerima panggilan pertamanya ke skuad nasional Belgia dan akan mengikuti kamp internasional di Tubeke pekan depan.

Tim kini memfokuskan persiapan untuk Play‑Off, di mana setiap poin menjadi krusial untuk mengamankan tiket kompetisi Eropa.

Dalam pertemuan terakhir melawan KV Mechelen pada 17 Mei 2026, kedua tim bersaing ketat dengan catatan pertemuan sebelumnya menunjukkan keunggulan Anderlecht dalam lima pertemuan terakhir.

Sebulan sebelumnya, Anderlecht bertemu Club Brugge pada 3 Mei 2026, pertandingan berakhir imbang 2‑2, menambah tekanan pada performa tim menjelang akhir musim.

Posisi klasemen menunjukkan persaingan ketat di papan atas, dengan Union Saint‑Gilloise memimpin, diikuti Club Brugge, dan Anderlecht harus menutup selisih poin dengan konsistensi.

Taravel menegaskan bahwa masalah bukan taktik melainkan mental, menuntut pemain memberi usaha maksimal atau menghadapi konsekuensi di Play‑Off.

Pada sisi lain, Bram Geers, mantan Direktur Kinerja Anderlecht, resmi bergabung sebagai pelatih kebugaran tambahan tim nasional Jerman menjelang Piala Dunia.

Geers, yang pernah bekerja bersama Vincent Kompany di Bayern München dan Burnley, membawa pengalaman Belgia ke skuad Julian Nagelsmann.

Dengan perubahan staf dan tekanan pada lapangan, Anderlecht harus memperbaiki mentalitas untuk mengejar target Eropa dan menghindari penurunan lebih jauh.

Situasi ini menuntut respons cepat dari pemain dan pelatih, agar klub dapat mengubah arah dan kembali bersaing di tingkat tertinggi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.