Media Kampung – Tim bulu tangkis Indonesia berhasil meraih enam medali pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yang terdiri dari dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Keberhasilan ini menjadi momentum penting untuk menilai hasil pembinaan dan kerja kolektif yang terus diperkuat dalam menjaga daya saing bulu tangkis nasional.

Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Muhammad Fadil Imran, menyampaikan bahwa prestasi tersebut tidak hanya mencerminkan performa para atlet di arena pertandingan, tetapi juga menunjukkan pentingnya proses panjang yang melibatkan pelatih, tim pendukung, federasi, pemerintah, mitra strategis, serta seluruh ekosistem bulu tangkis Indonesia.

“Yang kita rayakan bukan hanya enam medali, tetapi perjuangan dan kerja seluruh orang di balik medali tersebut. Masih ada pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan karena perjalanan kita masih panjang,” ujar Fadil dalam acara Syukuran dan Apresiasi Tim Bulu Tangkis Indonesia di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Fadil menegaskan bahwa Asian Games 2026 bukan merupakan tujuan akhir pembinaan bulu tangkis Indonesia. PBSI memiliki agenda besar untuk terus meningkatkan kualitas atlet dan mempersiapkan tim menghadapi berbagai kompetisi internasional berikutnya.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, juga menambahkan bahwa capaian tim bulu tangkis Indonesia menunjukkan pentingnya menjaga kesinambungan pembinaan dan kolaborasi berbagai pihak. “Prestasi seperti ini lahir dari proses yang panjang. Karena itu, BNI melihat pembinaan yang konsisten, kualitas tim pendukung, serta kesempatan bertanding sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi bulu tangkis Indonesia,” ujarnya.

BNI sebagai mitra strategis PBSI selama lebih dari lima tahun, mendukung pengembangan bulu tangkis nasional, mulai dari pembinaan atlet muda hingga level elite serta berbagai kesempatan bertanding di kompetisi nasional dan internasional.