Media Kampung – Persija Jakarta sukses mengamankan tiga poin krusial usai menundukkan PSIM Yogyakarta dalam lanjutan kompetisi Super League 20262027. Laga sengit yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (1010) sore WIB tersebut berakhir dengan skor 4-0 bagi Macan Kemayoran.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, mengaku sangat puas dengan hasil positif yang diraih anak asuhnya. Sejak awal, juru taktik berkebangsaan Korea Selatan tersebut memprediksi bahwa laga tandang kontra Laskar Mataram tidak akan berjalan mudah.
Kerja keras para pemain di lapangan menjadi kunci utama di balik kemenangan tim tamu. “Secara hasil, hari ini kami mendapatkan hasil yang baik. Sebenarnya, saya memperkirakan pertandingan ini akan menjadi salah satu laga yang sulit bagi kami,” ungkap Shin Tae-yong dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Kerja Keras Tim Buat Laga Sulit Berakhir Manis
Persija Jakarta melakukan launching jersey dan skuad untuk kompetisi 20262027. Senada dengan sang pelatih, legiun asing Persija, Stjepan Loncar, mengakui bahwa pertandingan menghadapi PSIM menyerap banyak energi. Namun, kedisiplinan dalam menjalankan instruksi taktik menjadi pembeda pada pertandingan ini.
Pemain asal Bosnia dan Herzegovina tersebut menegaskan bahwa keberhasilan membawa pulang poin penuh merupakan buah dari persiapan matang dan latihan keras yang telah dilakoni seluruh elemen tim sepanjang pekan. “Ya, ini merupakan pertandingan yang sangat sulit. Namun, kami menjalankan semua instruksi yang diberikan pelatih,” tutur Loncar saat memberikan keterangannya seusai laga.
Kebuntuan Babak Pertama dan Aksi Nyaris Sempurna
Persija sempat menghadapi kendala berarti pada 45 menit pertama. Pertahanan rapat serta kondisi fisik pemain PSIM yang masih prima membuat aliran serangan Macan Kemayoran berulang kali patah di area sepertiga akhir. Shin Tae-yong mengakui bahwa ketatnya organisasi pertahanan lawan serta penyelesaian akhir yang belum maksimal sempat membuat timnya kesulitan memecah kebuntuan pada babak pertama.
“Dalam pertandingan, ketika kedua tim masih memiliki kondisi fisik yang baik, tentu tidak mudah untuk mencetak gol. Apalagi, lawan bermain dengan organisasi pertahanan yang cukup rapat sehingga kami kesulitan menembus pertahanan mereka pada babak pertama. Kami juga belum mampu memaksimalkan peluang,” jelas Shin Tae-yong.














