Sir Alex Ferguson, pelatih legendaris Manchester United, berbagi pandangannya tentang kehidupan pribadi dan kariernya dalam buku terbarunya, Games of My Life. Di usia 84 tahun, ia merenungkan berbagai pengalaman yang membentuknya, termasuk tantangan kesehatan dan perasaannya terhadap kematian yang selalu ada dalam pikirannya.

Ferguson menceritakan bagaimana kehilangan istrinya, Lady Cathy, serta perjuangannya setelah mengalami pendarahan otak pada 2018, telah mengubah cara pandangnya terhadap waktu dan kehidupan. Ia menyadari betapa berharganya setiap momen, terutama saat Manchester United mengumumkan rencana pembangunan stadion baru yang akan menggantikan Old Trafford.

Proyek pembangunan stadion baru yang diperkirakan akan selesai pada awal musim 2030/2031 ini membuat Ferguson merasa khawatir. Ia bertanya-tanya apakah ia masih akan hidup untuk menyaksikan peresmiannya. Dalam bukunya, ia menulis, “Saya tidak terlalu memikirkan apa yang telah ditentukan oleh Tuhan untuk saya, dan saya juga tidak takut mati. Kematian selalu ada bersama kita, bahkan pada saat-saat yang tidak terduga.”

Ferguson berharap agar pembangunan stadion baru dapat segera dimulai, sehingga ia masih memiliki kesempatan untuk merayakan pembukaan stadion baru Manchester United. Ia menekankan pentingnya menikmati hidup dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih.

Bagi Ferguson, pengalaman-pengalaman ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang menghargai setiap detik yang ada dan merayakan hidup. Dengan pengalaman dan kebijaksanaan yang dimilikinya, ia terus menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di luar dunia sepak bola.