Media Kampung – Balap liar dan penggunaan knalpot brong menjadi isu serius yang berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan. Dalam sebuah dialog di Pro 1 RRI Jember, Kasatlantas Polres Bondowoso AKP Heri Nugroho bersama Kepala Dinas Perhubungan Bondowoso Sigit Purnomo membahas pentingnya membangun budaya tertib lalu lintas, terutama di kalangan anak muda.
AKP Heri menekankan bahwa fenomena balap liar dan penggunaan knalpot brong tidak hanya persoalan modifikasi kendaraan tetapi juga berkaitan dengan keselamatan. Media sosial berperan dalam mendorong sebagian anak muda untuk mencari perhatian dan mengikuti tren, yang berpotensi membahayakan pengendara dan pengguna jalan lainnya.
Pencegahan dan Penegakan Hukum
Penanganan balap liar tidak hanya dilakukan melalui penindakan setelah pelanggaran terjadi, tetapi juga dengan patroli dan pencegahan di titik-titik rawan pelanggaran. “Kami lebih bangga menangkap tindak kejahatan, tapi lebih bangga lagi kami jika melakukan pencegahan,” ungkap AKP Heri.
Dinas Perhubungan Bondowoso berperan dalam edukasi, manajemen lalu lintas, dan evaluasi perlengkapan jalan. Sigit Purnomo menjelaskan bahwa pendekatan ini menyasar pelajar, komunitas otomotif, orang tua, dan masyarakat di sekitar lokasi yang berpotensi digunakan untuk balap liar.
Pentingnya Edukasi bagi Masyarakat
Edukasi kepada pelajar menjadi fokus utama, karena usia dan pengalaman berkendara berhubungan erat dengan kemampuan pengambilan keputusan di jalan. AKP Heri menekankan bahwa keselamatan di jalan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga melibatkan peran orang tua dan sekolah melalui program edukasi keselamatan.
Penggunaan knalpot brong perlu dibedakan dari modifikasi atau balap yang dilakukan di tempat resmi. AKP Heri menambahkan bahwa modifikasi tetap dapat dilakukan dengan mematuhi ketentuan yang ada, termasuk usia pengguna dan perizinan, agar keselamatan tetap terjaga.













