Media Kampung – Tim Formula 1 Mercedes baru-baru ini menguji paket pembaruan mobil terbaru mereka pada sesi kualifikasi Grand Prix Bahrain di Sirkuit Sepang, Malaysia. Sayangnya, hasil uji coba tersebut justru memicu kebingungan besar ketika para pembalap mereka gagal mengamankan posisi start terdepan.
Direktur tim Mercedes, Toto Wolff, mengungkapkan keheranannya terhadap perubahan perilaku mobil setelah dipasangi paket komponen baru. Mobil yang biasanya responsif mendadak terasa sangat lambat di lintasan lurus dan mengalami gejala understeer parah saat melintasi tikungan lambat. Fenomena ini cukup mengejutkan, mengingat tim belum pernah menghadapi masalah serupa sepanjang musim ini.
Wolff menegaskan bahwa kemunduran ini bukan disebabkan oleh tim lawan yang menyimpan potensi terbaik mereka selama sesi latihan bebas. Dalam pernyataan resminya, ia berkomitmen untuk meneliti seluruh data balap secara mendalam bersama para teknisi tim. “Ada hal lain yang sedang terjadi dan kami harus memahaminya karena kami masih percaya bahwa pembaruan ini berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Pebalap Mercedes, George Russell, juga mencerminkan rasa kecewa terhadap hasil kualifikasi yang menempatkannya di posisi kedelapan. Meskipun seluruh simulasi angka menunjukkan adanya peningkatan performa dari paket pembaruan, kenyataannya di lintasan berbeda jauh dari teori yang diharapkan. Russell menyayangkan ketiadaan kesempatan untuk melakukan uji coba komparasi secara langsung antara performa mobil lama dan versi baru.
Sementara itu, rekan satu timnya, Kimi Antonelli, merasakan kebingungan serupa. Ia mencatat bahwa mobil sangat kuat di tikungan berkecepatan tinggi namun melemah di area lambat. Antonelli berharap balapan berikutnya di Singapura dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai efektivitas paket komponen baru ini. Ia juga menekankan pentingnya manajemen ban belakang untuk mengamankan poin penting saat balapan.
Dengan hasil yang tidak memuaskan di GP Malaysia, tim Mercedes kini dihadapkan pada tantangan untuk menganalisis data dan memperbaiki performa mobil sebelum balapan berikutnya.














