Media Kampung – Perdebatan mengenai teknik dalam Mixed Martial Arts (MMA) kembali mencuat setelah UFC 331, khususnya terkait kemungkinan pelarangan tendangan lutut lateral dan diskusi soal perubahan klasifikasi pelanggaran dalam peraturan.

Andy Foster, Direktur Eksekutif Komisi Atletik Negara Bagian California, mengemukakan usulan untuk melarang tendangan lutut lateral dalam pertandingan MMA. Selain itu, Foster juga ingin berdiskusi dengan tenaga medis mengenai legalitas penggunaan peptida tertentu yang berfungsi mempercepat penyembuhan luka tanpa meningkatkan performa atlet.

Baca juga:

Foster juga mengusulkan revisi aturan seragam yang mengklasifikasikan pelanggaran menjadi tiga kategori: insidental, ceroboh, dan berniat jahat, menggantikan klasifikasi lama yang hanya membedakan antara tidak sengaja dan sengaja. Tujuannya adalah agar para petarung menjaga tangan tetap tertutup guna mengurangi insiden mata terluka akibat pukulan yang tidak disengaja.

Di sisi lain, kontroversi muncul setelah pertarungan antara Ilia Topuria dan Justin Gaethje pada acara UFC yang digelar di Gedung Putih. Topuria mengklaim melalui media sosial bahwa sarung tangan Gaethje mungkin mengandung benda asing yang menyebabkan luka parah di wajahnya. Klaim ini mendapat perhatian luas dan menimbulkan spekulasi di kalangan penggemar MMA.

Baca juga:

Namun, Andy Foster menolak dugaan tersebut dengan tegas. Ia menegaskan bahwa sarung tangan dan pembalut yang digunakan Gaethje telah diperiksa secara menyeluruh oleh beberapa petugas dan dipastikan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Foster juga menjelaskan bahwa menyelipkan benda asing di sarung tangan MMA jauh lebih sulit dibandingkan di tinju karena ukuran dan bobot sarung tangan MMA yang lebih kecil, yakni sekitar empat ons.

Topuria mengalami dua patah tulang di sekitar mata selama pertarungan tersebut, dan Gaethje keluar sebagai pemenang setelah sudut pandang Topuria menghentikan pertarungan sebelum ronde terakhir. Meskipun klaim Topuria menimbulkan kontroversi, hal ini sekaligus membuka peluang bagi kemungkinan pertandingan ulang antara keduanya di masa depan, yang dinantikan oleh komunitas MMA internasional.

Baca juga:

Perdebatan ini mencerminkan dinamika dan tantangan dalam pengaturan peraturan olahraga MMA, yang terus berkembang untuk menjaga keselamatan atlet tanpa mengurangi sisi kompetitif olahraga tersebut.