Media Kampung – LavAni butuh kemenangan atas Bhayangkara untuk memastikan gelar juara pada putaran kedua Final Four Proliga 2026, sebuah keharusan yang menambah tekanan pada laga penentu akhir pekan ini di GOR Jatidiri Semarang.
Pertandingan pembuka seri penutup dilalui LavAni Livin’ Transmedia dengan kemenangan telak 3-0 atas Surabaya Samator (25-15, 25-21, 25-21), mencatat rekor sempurna lima kemenangan dari lima laga di fase semifinal. Kemenangan ini menegaskan bahwa tim asuhan David Lee belum mengalami kekalahan sejak memasuki Final Four.
Sejak awal, LavAni menurunkan skuad “The Winning Team” yang terdiri dari pemain senior seperti Dio Zulfikri, Hendra Kurniawan, Malizi, Boy Arnes, serta duo asing Taylor Sander dan Georg Grozer. Keunggulan kedalaman skuad terlihat jelas ketika Samator, yang kehilangan bintang Lyvan Taboada, mengandalkan pemain muda seperti Ageng Wardoyo, Yudi, Krisna, dan Hadi.
Set pertama ditandai dengan serangan brutal LavAni yang menutup skor 25-15. Boy Arnes membuka keunggulan 10-5, lalu memperlebar jarak menjadi 16-11 pada pertengahan set. Pelatih Samator Rodolfo Sanchez sempat mengambil time out pada 13-20, namun tidak mampu menghentikan gelombang poin LavAni.
Set kedua menunjukkan perlawanan lebih sengit dari Samator. Ageng Wardoyo memimpin serangan, menyeimbangkan skor hingga 19-19. Namun, LavAni kembali menguasai fase krusial dengan smash keras, mengamankan set kedua 25-21 berkat kontribusi Tedy Oka pada akhir laga.
Set ketiga menyaksikan rotasi besar-besaran oleh David Lee, yang menurunkan Dimas Saputra, Jasen Kilanta, dan Dafa. Meskipun perubahan strategi, LavAni tetap mengendalikan permainan, menutup set dengan skor 25-21. Kedalaman pemain cadangan LavAni terbukti hampir setara dengan pemain inti, menambah keyakinan tim menjelang pertemuan melawan Bhayangkara.
Setelah pertandingan, asisten pelatih Samator Sigit Ari Widodo mengakui selisih kualitas materi pemain dengan LavAni, sambil menekankan semangat 70 persen pemain binaannya. “Kami tetap fight,” ujarnya. Di sisi lain, asisten pelatih LavAni Erwin Rusni menilai rotasi awal tidak mengurangi performa, menambahkan bahwa keberadaan pemain asing seperti Georg Grozer tetap memberi kontribusi signifikan meski sempat mengaku kelelahan.
Konteks pertandingan ini semakin penting karena Bhayangkara Presisi, juara bertahan, menanti di pertemuan berikutnya. Jika LavAni berhasil mengalahkan Bhayangkara, mereka akan mengamankan posisi pertama pada klasemen putaran kedua, sedangkan kekalahan akan memberi peluang besar bagi Bhayangkara untuk melaju ke final.
Statistik tim menunjukkan rata-rata poin per set LavAni berada di atas 25, dengan selisih rata-rata +5 poin dibandingkan lawan. Sementara Bhayangkara mencatat efisiensi servis di atas 60% dan pertahanan blok yang solid. Kedua tim diperkirakan akan mengandalkan taktik serangan cepat dan rotasi pemain untuk mengecoh lawan.
Dengan dukungan penuh penonton lokal di Semarang, LavAni menatap laga krusial dengan keyakinan tinggi. Keberhasilan mereka tidak hanya menentukan nasib tim dalam turnamen, tetapi juga mencerminkan efektivitas program pembinaan yang didukung oleh mantan Presiden SBY.
Jika LavAni berhasil meraih kemenangan, mereka akan melanjutkan dominasi mereka di semifinal, sementara Bhayangkara harus menyesuaikan strategi untuk tetap kompetitif. Pertandingan ini dijadwalkan pada Minggu, 19 April 2026, dan diprediksi menjadi salah satu sorotan utama Proliga musim ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan