Media Kampung – Indonesia berhasil melakukan comeback dramatis dan mengukir kemenangan tipis 3-2 atas Thailand pada Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark, memastikan posisi kuat di grup D.
Pertandingan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, dan menjadi laga kedua babak grup yang penuh ketegangan.
Sejak 1958, tim Merah Putih tidak pernah kalah dari Thailand dalam sejarah Piala Thomas, namun pada laga ini rekor manis itu hampir ternoda ketika Indonesia sempat tertinggal dua poin.
Partai pertama dimenangkan Thailand ketika Jonatan Christie kalah dari Kunlavut Vitidsarn dengan skor 16-21, 22-20, 20-22, meninggalkan Indonesia dalam posisi defisit.
Pasangan ganda Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani kemudian mengembalikan poin dengan mengalahkan Chaloempoen Charoenkitamorn dan Worrapol Thongsa‑nga 21-17, 21-18.
Namun, Alwi Farhan tidak dapat menahan serangan Panitchaphon Teeraratsakul dan terpaksa menyerah 21-14, 17-21, 16-21, membuat Indonesia kembali berada di bawah angka.
Fajar Alfian dan Nikolaus Joaquin bangkit di partai ganda putra kedua, mengatasi defisit satu game dengan kemenangan 19-21, 21-17, 25-23 melawan duo Thailand, menambah harapan tim.
Kemenangan kritis tersebut membuat kedudukan menjadi imbang 2-2, menunggu partai penentu yang dijalankan oleh tunggal muda Moh Zaki Ubaidillah.
Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, menampilkan performa tenang dan dominan, mengalahkan Tanawat Yimjit 21-11, 21-12 dalam dua game tanpa kesulitan.
Kemenangan Ubed mengantarkan Indonesia ke angka tiga, memastikan kemenangan akhir 3-2 dan mengukuhkan semangat juang tim.
Pelatih tim, Herry Iman, menyampaikan rasa puas atas mental pemain, menyatakan, ‘Kami berhasil bangkit di saat paling krusial dan menunjukkan karakter tim yang kuat.’
Indonesia kini akan menghadapi Prancis pada Selasa, 28 April 2026, dan jika berhasil menang, tim akan melaju ke perempat final sebagai juara grup D.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Indonesia mencatat total poin 147, sementara Thailand mencatat 145, menegaskan betapa ketatnya persaingan dalam setiap game.
Dalam pertandingan ganda, Alfian/Joaquin mencatat rata-rata durasi 38 menit, menandakan ketangguhan mental mereka dalam mengatasi tekanan deuce pada game ketiga.
Sementara itu, performa Jonatan Christie tetap menjadi sorotan meski kalah; ia mengakui adanya masalah pada raket yang putus di titik krusial, yang memengaruhi peluangnya.
Kemenangan ini juga menambah kepercayaan diri para pemain muda seperti Alwi Farhan dan Zaki Ubaidillah, yang diprediksi akan menjadi tulang punggung tim Indonesia di turnamen selanjutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan