Media Kampung – 11 April 2026 | Olympique de Marseille mengamankan kemenangan 3-1 melawan FC Metz pada laga lanjutan pekan ke-29 Ligue 1.

Kemenangan tersebut mengangkat mereka ke peringkat tiga klasemen dengan 52 poin, menempatkan klub dalam zona kualifikasi Liga Champions.

Pertandingan berlangsung di Stade Orange Vélodrome pada Sabtu dini hari WIB, dihadiri ribuan suporter Les Phocéens.

Pierre‑Emerick Aubameyang membuka skor pada menit ke-13 setelah menerima umpan matang dari Mason Greenwood.

Gol tersebut menegaskan dominasi Marseille di babak pertama dan mengubah tekanan menjadi kepercayaan diri tim.

Usaha Aubameyang untuk memperlebar keunggulan pada menit ke-32 dibatalkan oleh VAR yang menandai posisi offside.

Setelah jeda, Igor Paixão menambah keunggulan pada menit ke-48, kembali berkat assist Greenwood.

Metz tidak tinggal diam, dan hanya satu menit kemudian Giorgi Tsitaishvili menyamakan kedudukan menjadi 2-1.

Gol Metz datang dari umpan Gauthier Hein yang meloloskan Tsitaishvili di dalam kotak penalti lawan.

Marseille kembali menguasai pertandingan di babak kedua, menekan pertahanan Metz secara konsisten.

Di menit ke-93, Hamed Traoré, yang masuk sebagai pengganti, menutup skor menjadi 3-1 setelah menerima operan Amine Gouiri.

Kemenangan ini menambah rekor tak terkalahkan Marseille dalam pertemuan langsung melawan Metz menjadi 11 pertandingan.

Statistik resmi menunjukkan tim tuan rumah menguasai penguasaan bola lebih dari 60 persen serta mencatat 15 tembakan tepat sasaran.

Sebagai konsekuensi, FC Metz tetap berada di dasar klasemen dengan hanya 15 poin dari 29 laga, terancam turun ke Ligue 2.

Manajer Marseille, yang baru beberapa bulan menjabat, mengapresiasi kerja keras pemain dan menekankan pentingnya konsistensi ke depan.

Dia menambahkan, ‘Kami harus tetap fokus, karena zona Liga Champions tidak dapat dijamin sampai akhir musim.’

Di luar lapangan, klub mengumumkan bahwa Stéphane Richard resmi menjabat sebagai presiden baru setelah akuisisi oleh Frank McCourt.

Richard, mantan eksekutif media, menyatakan tekadnya untuk memperkuat struktur klub serta meningkatkan daya saing di kompetisi Eropa.

Dalam konferensi pers pertamanya, ia menyoroti pentingnya investasi pada akademi muda dan penambahan pemain berpengalaman.

Kutipan singkat dari Richard: ‘Kami ingin Marseille kembali menjadi kekuatan utama di Ligue 1 dan di panggung Champions League.’

Sejarah klub mengingatkan bahwa Marseille pernah menjadi juara Ligue 1 sembilan kali dan mencetak rekor 10 gelar Coupe de France.

Pencapaian terbesar tercapai pada 1993 ketika pelatih Raymond Goethals memimpin tim menjuarai Liga Champions, satu-satunya klub Prancis yang melakukannya.

Kepemilikan klub mengalami beberapa perubahan, dari Robert Louis‑Dreyfus pada 1997 hingga istrinya Margarita yang mengambil alih pada 2010, sebelum akhirnya dijual ke Frank McCourt pada 2016.

Perubahan kepemilikan tersebut diikuti oleh investasi dalam infrastruktur stadion dan kebijakan transfer yang lebih agresif.

Rumor transfer musim panas menyebut nama Bastian Schweinsteiger sebagai target potensial, meski belum ada konfirmasi resmi.

Spekulasi tersebut menambah antisipasi suporter yang berharap kedatangan pemain berpengalaman dapat menambah kedalaman skuad.

Dengan 52 poin, Marseille berada hanya tiga poin di belakang pemimpin sementara, menandakan persaingan ketat menjelang putaran akhir.

Pertandingan selanjutnya akan melawan lawan langsung di zona atas klasemen, yang akan menjadi ujian ketangguhan tim.

Jika Marseille dapat mempertahankan performa ini, peluang mereka untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan semakin besar.

Sebagai penutup, kemenangan 3-1 atas Metz menegaskan kembali ambisi klub untuk kembali ke puncak sepak bola Prancis dan bersaing di level Eropa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.