Media Kampung – 11 April 2026 | Alwi Farhan gagal melaju ke perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2026 setelah kalah di babak 16 besar melawan wakil Jepang, Kodai Naraoka, pada Kamis, 9 April 2026 di Ningbo, China. Pertandingan yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center berakhir dengan skor 16-21 dan 17-21 untuk Farhan.
Pada game pertama, Farhan sempat memimpin 8-3 dan memperlebar keunggulan menjadi 11-8 di jeda pertama. Namun ia kehilangan ritme di paruh kedua dan menyerah 16-21 setelah serangkaian kesalahan yang dimanfaatkan Naraoka.
Game kedua dimulai dengan tekanan lebih besar, dan Farhan tidak mampu mengejar selisih skor. Kodai Naraoka menutup pertandingan dengan kemenangan 21-17, mengamankan dua set berturut-turut.
Setelah kekalahan, Farhan mengaku menyesal atas performa yang tidak memuaskan dan menyadari bahwa emosinya sempat mengganggu konsentrasi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan PBSI di Jakarta.
Pemain berusia 20 tahun itu mengungkapkan, “Saya kurang puas dengan permainan saya, saya tertekan terus dan beberapa kali terpancing emosi”. Ia menambahkan bahwa tekanan mental menjadi faktor penentu dalam fase kritis pertandingan.
Farhan menilai Naraoka memiliki taktik unik yang berhasil memancing emosinya, sekaligus mengatur ritme permainan dengan stabil. Menurutnya, kemampuan lawan dalam mengubah tempo menjadi keunggulan yang sulit dihadapi.
Meskipun tersingkir, Farhan bertekad memperbaiki diri menjelang Thomas Cup yang dijadwalkan dimulai pada 24 april 2026. Ia berencana intensif berlatih bersama tim nasional untuk meningkatkan konsistensi dan kontrol mental.
Thomas Cup dan Uber Cup 2026 akan dilaksanakan berurutan, memberikan kesempatan bagi pemain Indonesia untuk menebus kekecewaan di BAC. Pelatih kepala PBSI menekankan pentingnya persiapan fisik dan psikologis menjelang turnamen bergengsi tersebut.
Indonesia masih memiliki lima wakil yang berhasil menembus perempat final BAC 2026, yaitu Jonatan Christie, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Ali Faathir Rayhan/Rusdevin Artha Wahyudi, serta pasangan putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva. Keberhasilan mereka menjadi harapan utama menembus semifinal dan merebut gelar.
Babak perempat final dijadwalkan pada Jumat, 10 April 2026, dengan pertandingan berlangsung di arena yang sama. Jadwal tersebut memberi peluang bagi pemain lain untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Farhan.
Kekalahan Farhan menambah beban pada skuad Indonesia, mengingat sebelumnya harapan tinggi ditempatkan pada dirinya setelah meraih gelar Indonesia Masters 2026. Namun, performa Jonatan Christie tetap menjadi andalan utama dalam cabang tunggal putra.
PBSI menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap pertandingan akan dilakukan untuk mengidentifikasi faktor teknis dan mental yang memengaruhi hasil. Tim pelatih berkomitmen memberikan dukungan psikologis serta program latihan khusus untuk mengatasi masalah emosional di lapangan.
Kodai Naraoka, yang kini melaju ke perempat final, dipuji karena konsistensi dan kemampuan mengendalikan tempo permainan. Strategi Naraoka yang menggabungkan variasi pukulan dan perubahan kecepatan dianggap menjadi contoh bagi pemain muda.
Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi Farhan, yang bertekad kembali lebih kuat pada kompetisi internasional berikutnya. Ia berharap pengalaman ini dapat memperbaiki mentalitas kompetitifnya menjelang ajang Thomas Cup.
Dengan fokus pada perbaikan teknik dan pengendalian emosi, Alwi Farhan menatap peluang baru di turnamen mendatang, sementara harapan Indonesia di BAC tetap hidup berkat performa pemain lain. Keberhasilan kolektif tim nasional akan menentukan sejauh mana Indonesia dapat mempertahankan dominasinya di kancah Asia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan