Media Kampung – 10 April 2026 | Kunlavut Vitidsarn berhasil mempertahankan gelar juara tunggal putra di Badminton Asia Championships 2026 setelah mengalahkan Yushi Tanaka dalam laga final.

Penampilan Vitidsarn menunjukkan kontrol taktis yang kuat, meski Tanaka menampilkan serangan agresif di awal pertandingan.

Pegawai turnamen mencatat bahwa Vitidsarn menutup pertandingan dengan skor meyakinkan, menegaskan dominasinya di level Asia.

Petenis berusia 22 tahun ini sebelumnya telah meraih medali perak pada Olimpiade Paris 2024 dan menjadi juara dunia pada 2023.

Keberhasilan tersebut menambah daftar prestasinya, termasuk tiga gelar Super 1000 yang diraih sejak 2022.

Baca juga:

Di babak semifinal, Ayush Shetty dari India mengalahkan Jonatan Christie, peringkat dunia empat, dengan skor 23-21 21-17.

Kemenangan Shetty menandai upset terbesar dalam karirnya, mengukuhkan posisi India sebagai kekuatan baru dalam bulu tangkis pria.

Setelah mengalahkan Christie, Shetty dijadwalkan bertemu Vitidsarn di semifinal, sebuah pertemuan yang diprediksi akan menjadi pertarungan sengit.

Pelatih Shetty, Irwansyah Adi Pratama, menyatakan bahwa persiapan taktik timnya difokuskan pada variasi sudut dan smash yang tajam untuk menantang Vitidsarn.

Vitidsarn, yang dikenal dengan permainan serba cepat dan pertahanan solid, menanggapi tantangan tersebut dengan keyakinan, menyatakan kesiapan mentalnya untuk melawan pemain yang lebih tinggi peringkat.

Turnamen ini berlangsung di beberapa kota di Asia, menarik partisipasi atlet top dari seluruh wilayah.

Baca juga:

Kualitas kompetisi meningkat, terutama dengan munculnya pemain muda seperti Yushi Tanaka yang berhasil mencapai final.

Keberhasilan Vitidsarn memberikan dorongan moral bagi tim Thailand, yang berupaya mengembalikan kejayaan bulu tangkis nasional.

Di sisi lain, keberhasilan Shetty memperlihatkan peningkatan standar latihan dan dukungan federasi bulu tangkis India.

Christie, yang kehilangan kesempatan juara di Indonesia Masters 2025, mengakui bahwa hasilnya menjadi pelajaran penting untuk perbaikan teknik.

Analisis ahli menilai bahwa pertemuan Vitidsarn vs Shetty akan menonjolkan kontras gaya: kecepatan Vitidsarn melawan agresivitas Shetty.

Jika Vitidsarn berhasil melewati Shetty, ia akan melaju ke final dan berpotensi menambah koleksi gelar Asia.

Baca juga:

Dengan mempertahankan gelar di BAC 2026, Vitidsarn menegaskan posisinya sebagai pemain terdepan di kancah internasional dan menatap peluang emas pada Olimpiade 2028.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.