Media Kampung – 30 Maret 2026 | Rookie Spanyol Joel Esteban menyatakan rasa kecewa setelah terlibat dalam insiden yang menimpa rekan rookie Indonesia Veda Ega Pratama di Circuit of the Americas, Austin. Ia menegaskan bahwa kecelakaan itu mengakhiri peluang balapan bagi keduanya.

Veda memulai balapan Moto3 Amerika 2026 dari posisi start keempat, posisi tertinggi musim ini, setelah menorehkan waktu kualifikasi yang mengesankan. Pada lap keempat ia mencatatkan waktu tercepat, menandakan kecepatan yang cukup kompetitif untuk bersaing di podium.

Namun, satu lap setelah mencetak catatan tercepat, Veda mengalami high‑side di Tikungan 11 dan terjatuh. Joel Esteban, yang berada tepat di belakang, tidak sempat menghindar dan terlibat dalam kecelakaan yang sama.

Kedua pembalap keluar dari lintasan tanpa cedera serius, namun keduanya harus mencatat DNF (did not finish). “Saya sangat menyesal karena insiden ini mengurangi peluang kami,” ujar Esteban dalam pernyataan singkat setelah balapan.

Balapan kemudian dimenangkan oleh Guido Pini dari Leopard Racing dengan waktu 31 menit 20,489 detik, diikuti oleh Maximo Quiles dan Alvaro Carpe yang mengisi posisi kedua dan ketiga. Veda dan Esteban tidak mencatat poin pada balapan tersebut.

Manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama menyoroti potensi Veda meski kecelakaan terjadi. “Veda memiliki kecepatan dan kepercayaan diri untuk kembali bersaing di seri berikutnya,” ujarnya.

Aoyama juga menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kedua rider muda. “Kecelakaan di COTA menunjukkan betapa pentingnya konsistensi dan kontrol pada lintasan yang teknis,” katanya.

Insiden tersebut berdampak pada klasemen Moto3. Maximo Quiles memperlebar jarak poin di puncak klasemen, sementara Veda turun ke posisi ketujuh namun tetap memimpin kategori Rookie of the Year dengan 27 poin. Esteban, yang masih menumpuk poin sedikit, berada di tengah klasemen.

Setelah kecelakaan, Esteban menegaskan komitmennya untuk belajar dari pengalaman. “Saya akan bekerja lebih keras dalam latihan dan mempelajari cara menghindari situasi serupa,” ujarnya.

Tim LevelUp – MTA, tim Esteban, menyatakan bahwa motor dan rider dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan signifikan. Tim tersebut berencana melakukan analisis data balapan untuk meningkatkan performa di seri berikutnya.

Veda, yang sebelumnya mencatatkan podium ketiga di Moto3 Brasil 2026, mengaku menyesal atas kesalahan yang menyebabkan high‑side. Ia meminta maaf kepada tim Honda Team Asia melalui Instagram pribadi.

Dalam postingannya, Veda menyebutkan bahwa insiden tersebut memberi pelajaran berharga dan ia bertekad kembali lebih kuat. “Kami semua belajar dari hari ini dan akan kembali lebih siap,” tulisnya.

Tim Honda Team Asia mengapresiasi sikap profesional Veda dan Esteban dalam menghadapi kegagalan. “Kami bangga dengan cara mereka menangani situasi ini,” kata Aoyama.

Jadwal Moto3 selanjutnya akan dilaksanakan di Estrella Galicia Grand Prix, Spanyol, pada 24‑26 April 2026. Kedua rider diharapkan kembali berkompetisi dan memperbaiki posisi klasemen.

Para analis Moto3 menilai bahwa pengalaman di COTA akan memperkuat mentalitas kedua rider muda. “Kecelakaan ini dapat menjadi titik balik dalam karier mereka,” ujar seorang pengamat senior.

Esteban menutup komentarnya dengan harapan agar Veda segera pulih dan kembali bersaing. “Saya berharap Veda cepat kembali ke trek dan kita semua dapat melanjutkan perjuangan bersama,” ungkapnya.

Dengan balapan berikutnya semakin dekat, tim-tim kini fokus pada persiapan teknis dan fisik untuk mengoptimalkan performa. Semua mata kini tertuju pada bagaimana Veda dan Esteban bangkit dari kegagalan ini.

Keberlanjutan kompetisi Moto3 2026 tetap menarik, mengingat bakat muda yang muncul dari Asia dan Eropa. Insiden di COTA menambah dinamika persaingan di kelas menengah tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.