Media Kampung, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa meskipun stok beras di Bulog cukup, harga beras tetap naik. Dalam konferensi pers yang berlangsung di kantornya, ia menyoroti adanya mafia fortifikasi sebagai penyebab utama kenaikan harga tersebut.

Amran menegaskan, “Pertanyaan saya beras banyak nggak di Bulog? Banyak. Semua orang tahu ya. Terus, apa alasannya kenapa naik?” Dalam pernyataan tersebut, ia menekankan bahwa harga beras fortifikasi yang seharusnya dijual dengan harga Rp 13.500, malah dijual mencapai Rp 56.000.

“Sudah baca enggak, bahwa ada fortifikasi? Itu mafia atau orang baik? Tulislah mafia, sudah selesai,” tegasnya. Menurutnya, beras fortifikasi yang seharusnya mengandung zat gizi mikro esensial, ternyata kosong dan hanya menjadi alat penipuan.

Amran juga menyampaikan bahwa ia telah berkirim surat kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto terkait masalah ini. “Sekarang harga beras naik karena ada fortifikasi. Fortifikasi artinya ada vitaminnya itu beras. Tetapi harganya sesungguhnya 13.500, dia jual 56.000, dan menipu 40.000 lebih. Menurut Anda marah enggak?” tanyanya kepada mahasiswa UGM yang hadir di acara tersebut.

Mahasiswa tersebut menjawab, “Marah, Pak,” dan Amran menambahkan, “Itu mahasiswa UGM, tulis mahasiswa UGM marah. Bukan menteri saja.” Dengan pernyataan tersebut, Amran berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi masalah harga beras yang terus melonjak ini.