Media Kampung, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah melantik Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon dan Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10/2026). Pelantikan ini menandai perubahan penting dalam struktur pimpinan Kementerian Pertahanan.

Sebelum menjabat sebagai Wamenhan, Richard Tampubolon menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, sementara Yusuf Jauhari sebelumnya adalah Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kementerian Pertahanan. Keduanya memiliki latar belakang militer yang kuat dan pengalaman penugasan yang beragam.

Profil Richard Tampubolon

Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon lahir di Jakarta pada 24 Mei 1969. Memiliki darah Batak, Richard dikenal dengan marga Tampubolon. Ia memulai karir militernya setelah lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1992, dengan kecabangan Infanteri. Ia mengawali penugasan di Korps Pasukan Khusus (Kopassus) yang terkenal sebagai satuan elite TNI Angkatan Darat.

Karier militer Richard berlangsung di lingkungan pasukan khusus, di mana ia menjalani berbagai penugasan operasi dan memperoleh sejumlah brevet militer. Ia terlibat dalam operasi militer, termasuk operasi di Timor-Timor pada tahun 1998. Pengalamannya juga mencakup kepemimpinan di kontingen olahraga SEA Games XXXVI di Palembang pada tahun 2011 dan sebagai Kepala Operasi Nemangkawi I di Papua pada tahun 2018.

Profil Yusuf Jauhari

Marsdya TNI Yusuf Jauhari adalah lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1990. Sebelum ditunjuk menjadi Wamenhan, ia menjabat sebagai Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan sejak 6 Agustus 2025. Karier Yusuf banyak diwarnai penugasan di lingkungan Kemhan, termasuk sebagai Kepala Badan Sarana Pertahanan pada tahun 2020-2025.

Yusuf memulai karirnya di TNI AU dan pernah memegang sejumlah posisi penting di dalam kementerian, seperti Kepala Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Kemhan dan Kepala Pusat Data dan Informasi Kemhan. Penunjukan sebagai Wamenhan ini menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap pengalaman dan kemampuan Yusuf dalam pengelolaan organisasi dan logistik pertahanan.

Dengan pelantikan ini, Richard dan Yusuf diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung kebijakan pertahanan negara dan meningkatkan kualitas pengelolaan logistik serta operasional di Kementerian Pertahanan.