Media Kampung, Jakarta – Suasana lingkungan kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terlihat sepi pada Rabu (14/10) pagi, setelah terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK sehari sebelumnya di Gedung Graha BNPB.

Menurut pantauan, aktivitas di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, berlangsung normal. Sejumlah pegawai terlihat datang dan masuk ke gedung untuk bekerja, dan tidak terlihat aktivitas pengamanan khusus di sekitar gedung.

KPK dilaporkan mengamankan 14 orang dalam OTT tersebut, termasuk Sekretaris Utama BNPB, Rustian, serta pejabat pembuat komitmen (PPK), pegawai BNPB, dan pihak swasta. “KPK mengamankan sejumlah 14 orang, termasuk Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK, dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo.

Dalam OTT itu, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 1,4 miliar, logam mulia dalam bentuk emas batangan, serta tabungan. KPK menduga perkara ini berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk penggunaan dana siap pakai untuk kebencanaan.

“Detail mengenai uang-uang atau pengadaan barang dan jasa tersebut untuk bencana apa, akan kami sampaikan saat konferensi pers,” jelas Budi Prasetyo.

Menanggapi peristiwa ini, Plt Kapusdatin Komunikasi Kebencanaan sekaligus Juru Bicara BNPB, Berton Suar P Panjaitan, menyatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. “BNPB tidak akan melakukan intervensi dalam bentuk apapun terhadap proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan APH,” ungkapnya. Berton juga menambahkan bahwa pimpinan BNPB telah menginstruksikan Inspektorat Utama untuk melakukan penelusuran internal dan pengamanan dokumen sebagai bentuk pengawasan melekat.