Media Kampung – Harga bahan bakar di Prancis melonjak setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang dimulai pada Februari, menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur pasokan utama minyak dunia. Untuk menekan harga, Prancis akan menyediakan 10 juta barel bahan bakar diesel dari cadangan strategis negara tersebut kepada para penyalur. Pernyataan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, pada Rabu.
Pada 2 Oktober, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa negara-negara G7 sepakat untuk melepas hingga 100 juta barel bahan bakar dari cadangan strategis ke pasar sebagai langkah untuk mengatasi krisis energi akibat konflik di Timur Tengah. Lecornu dalam pidatonya menegaskan, langkah ini akan berlangsung selama tiga bulan dan akan memberikan harga bahan bakar yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Bahan bakar yang disediakan ini dibeli sebelum kenaikan harga dan akan didistribusikan kepada para penyalur dengan harga sesuai biaya cadangan negara. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan harga bahan bakar di stasiun pengisian sebesar 12-18 sen euro per liter.
Pada September 2026, harga bahan bakar diesel di Prancis mencapai rekor tertinggi, yaitu 2,41 euro atau 2,7 dolar AS per liter, sementara harga rata-rata bensin mencapai 2,2 euro per liter, juga merupakan rekor tertinggi.














