Media Kampung – Gelandang muda Swedia, Yasin Ayari, menjadi sorotan dalam laga Grup F Piala Dunia 2026 melawan Tunisia di Estadio BBVA, Meksiko, Senin (15/6/2026). Ia mencetak gol pembuka pada menit ke-7, namun memilih tidak melakukan selebrasi berlebihan. Sikap ini didasari rasa hormat kepada Tunisia, negara asal ayahnya.
Ayari, yang lahir di Solna, Swedia, pada 6 Oktober 2003, memiliki latar belakang multikultural. Ayahnya berasal dari Tunisia, sementara ibunya dari Maroko. Meski membela Swedia, ikatan emosionalnya dengan Afrika Utara sangat kuat. Gol ke gawang Tunisia menjadi momen emosional yang membuatnya enggan merayakan secara berlebihan.
Dalam pertandingan tersebut, Swedia menang telak 5-1. Selain Ayari yang mencetak dua gol, gol lainnya dicetak oleh Alexander Isak, Viktor Gyokeres, dan Mattias Svanberg. Tunisia hanya mampu membalas melalui Omar Rekik. Ayari juga mencetak gol keduanya pada masa injury time, dan kali ini ia merayakannya dengan emosional.
Pelatih Swedia, Graham Potter, memuji performa timnya. Menurutnya, Ayari telah menunjukkan kualitasnya di Premier League bersama Brighton & Hove Albion. Ayari memulai karier di AIK Solna sebelum bergabung dengan Brighton pada Januari 2023. Ia sempat dipinjamkan ke Coventry City dan Blackburn Rovers untuk mendapatkan pengalaman.
Hingga pertengahan Juni 2026, Ayari telah mengoleksi 22 penampilan dan lima gol untuk timnas senior Swedia. Ia menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah Swedia. Kemenangan ini menjadi awal yang baik bagi Swedia di Piala Dunia 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan