Media Kampung – Pertandingan pembuka Grup F Piala Dunia 2026 mempertemukan Belanda dan Jepang di Dallas Stadium, Senin (15/6/2026) dini hari WIB. Laga ini menjadi ujian awal bagi kedua tim yang sama-sama mengincar langkah panjang di turnamen.
Belanda, yang kerap dijuluki sebagai tim terbaik yang belum pernah juara Piala Dunia, datang dengan ambisi besar. Tiga kali runner-up (1974, 1978, 2010) dan langkah mereka terhenti di perempat final 2022 oleh Argentina lewat adu penalti. Di bawah asuhan Ronald Koeman, tim Oranje mengandalkan kokohnya lini belakang yang dipimpin Virgil van Dijk serta kreativitas Cody Gakpo di depan.
Namun, Belanda harus kehilangan bek Arsenal Jurriën Timber karena cedera pangkal paha. Status kiper Bart Verbruggen juga belum jelas setelah cedera dalam laga uji coba melawan Uzbekistan.
Jepang, yang tampil di Piala Dunia kedelapan secara beruntun, datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka mencatat lima kemenangan beruntun di laga uji coba, termasuk kemenangan atas Skotlandia dan Inggris pada Maret 2026. Pertahanan Jepang solid dengan lima clean sheet beruntun, dan serangan balik cepat mereka yang dimotori Takefusa Kubo menjadi ancaman serius.
Namun, Jepang juga diterpa badai cedera. Gelandang Brighton Kaoru Mitoma cedera hamstring, sementara Wataru Endo absen karena masalah pergelangan kaki. Keduanya merupakan pilar penting yang hilang dari skuad Samurai Blue.
Pertemuan terakhir kedua tim di Piala Dunia terjadi pada 2010, saat Belanda menang 1-0 di fase grup. Namun, pertandingan kali ini diprediksi berjalan ketat. Belanda unggul dalam kualitas individu, tetapi Jepang memiliki organisasi permainan yang disiplin dan transisi cepat yang mematikan.
Beberapa analis memperkirakan laga akan berakhir imbang, karena kedua tim sama-sama kehilangan pemain kunci dan butuh waktu untuk menemukan ritme. Namun, jika Belanda mampu memanfaatkan kelemahan Jepang yang kehilangan kreator serangan, mereka berpeluang meraih kemenangan tipis.
Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling menarik di fase grup, mempertemukan dua tim dengan filosofi berbeda: penguasaan bola Belanda melawan pressing agresif dan serangan balik kilat Jepang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan