Al-Ibrah Siapkan Guru TPQ Tangguh Hadapi Era VUCA

Media Kampung – Yayasan Al-Ibrah kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia dengan menggelar Pelatihan Guru Adaptif bagi para ustaz dan ustazah TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran). Acara ini berlangsung di Ruang Sinergi Yayasan Al-Ibrah, Gresik, pada Sabtu, 30 Mei 2026, dan merupakan bagian dari strategi Al-Ibrah Siapkan Guru TPQ Tangguh Hadapi Era VUCA.

Pelatihan Berfokus Pada Adaptasi di Tengah Perubahan

Berbeda dari pelatihan konvensional yang biasanya berfokus pada metode mengaji, pelatihan kali ini mengarahkan para guru TPQ untuk memahami dan menghadapi perubahan yang terjadi dengan cepat dan tidak terduga di era saat ini. Nanang Sutedja, S.E., M.M., Wakil Ketua II Pengurus Yayasan Al-Ibrah, menjadi narasumber utama yang membawakan materi penting tentang bagaimana menjadi pengajar yang adaptif dan tangguh di tengah dinamika dunia yang terus berubah.

Kepala Divisi SDM dan Kurikulum Yayasan Al-Ibrah, Zahrotul Munawwaroh, S.Psi., M.KPd., dalam sambutannya mengingatkan para peserta akan tujuh nilai kerja utama yang menjadi fondasi lembaga, yaitu Amanah, Loyal, Inisiatif, Bugar, Responsif, Adaptif, dan Humanis — yang disingkat AL IBRAH. Nilai-nilai ini menjadi pedoman bagi guru TPQ untuk tetap kuat dan konsisten dalam menghadapi tantangan zaman.

Peran Strategis Guru TPQ dalam Membentuk Karakter Anak

Nanang menekankan bahwa guru TPQ memegang peranan vital dalam membentuk karakter dan nilai-nilai kehidupan pada usia emas anak-anak. Guru tidak hanya bertugas mengajarkan bacaan dan hafalan Al-Quran, tetapi juga menjadi pendidik yang membangun fondasi moral dan mental generasi muda. Karena itulah, Al-Ibrah Siapkan Guru TPQ Tangguh Hadapi Era VUCA dengan membekali mereka kemampuan lebih dari sekadar mengajar.

Lebih lanjut, Nanang mengajak peserta untuk melihat perubahan global yang ditandai oleh perkembangan teknologi pesat, pergeseran perilaku masyarakat, dan kebutuhan yang terus berubah. Semua hal ini menuntut guru TPQ untuk selalu siap beradaptasi dan memperbarui cara pandang serta metode pengajaran.

Memahami Era VUCA dan Pola Pikir yang Diperlukan

Dalam pelatihan, Nanang memperkenalkan konsep VUCA yang merupakan singkatan dari Volatility (volatilitas), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ketaksaan). Konsep ini menggambarkan situasi dunia saat ini yang serba cepat berubah dan penuh ketidakpastian.

Untuk menghadapi era VUCA, kemampuan beradaptasi dan kemauan belajar sepanjang hayat menjadi kunci utama. Nanang mengajarkan pentingnya menerapkan growth mindset—pola pikir yang melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang dan terbuka terhadap kritik demi perbaikan. Sebaliknya, fixed mindset—yang cenderung menghindari perubahan dan keluar dari zona nyaman—harus dihindari.

Melalui diskusi dan refleksi, para guru TPQ diajak mengenali pola pikir mereka sehari-hari dan mempraktikkan sikap adaptif agar dapat memberikan layanan pendidikan Al-Quran yang relevan dan efektif di era modern.

Transformasi Berkelanjutan Yayasan Al-Ibrah

Yayasan Al-Ibrah, yang telah berkiprah selama 37 tahun, terus melakukan transformasi dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Pelatihan ini menjadi bukti nyata langkah strategis dalam memperkuat kapasitas para guru TPQ agar siap menghadapi tantangan era VUCA.

Dengan semangat belajar yang tinggi dan sikap adaptif, para ustaz dan ustazah diharapkan mampu memberikan kontribusi optimal dalam pendidikan Al-Quran dan membentuk generasi masa depan yang kuat dan berkarakter.

Al-Ibrah Siapkan Guru TPQ Tangguh Hadapi Era VUCA: Harapan dan Tantangan

Pelatihan yang digagas oleh Al-Ibrah ini bukan hanya memberikan materi teoritis, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya mental tangguh, inovasi, dan kolaborasi dalam dunia pendidikan agama. Dengan begitu, para guru TPQ tidak hanya menjadi pengajar yang mumpuni secara teknis, tetapi juga pembimbing yang mampu memahami dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Al-Ibrah Siapkan Guru TPQ Tangguh Hadapi Era VUCA adalah upaya strategis yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Melalui pelatihan ini, diharapkan para pengajar dapat terus berkembang dan memberikan layanan yang lebih baik, sehingga anak-anak yang dibimbingnya dapat tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan yang penuh dinamika.

Dengan demikian, pelatihan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Yayasan Al-Ibrah dalam mencetak guru TPQ yang tidak hanya berkompeten secara keilmuan, tetapi juga adaptif dan humanis, siap menghadapi segala tantangan di era VUCA yang kompleks dan penuh ketidakpastian.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.