SULAWESI TENGGARA – Pengumuman tiga besar calon Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat menuai sorotan publik. Proses seleksi jabatan tersebut dinilai tidak transparan dan diduga hanya menjadi formalitas karena nama-nama pejabat yang akan menduduki posisi strategis disebut telah “dikondisikan” sejak awal.

Sorotan itu disampaikan pemerhati sekaligus pemuda Muna Barat, Anton. Ia mengaku telah memprediksi sebagian besar nama yang lolos dalam tiga besar seleksi jabatan OPD sebelum hasil resmi diumumkan.

“Saya sudah memprediksi sebelumnya dan sekitar 90 persen prediksi saya tepat. Kenapa bisa begitu? Karena orang-orang yang akan menjabat diduga memang sudah ditentukan sejak awal. Seleksi ini terkesan hanya formalitas. Kami menilai prosesnya tidak transparan dan tidak profesional,” ujar Anton, Senin (18/05/2026).

Anton juga menyoroti mayoritas nama yang masuk dalam tiga besar berasal dari luar Kabupaten Muna Barat. Menurutnya, hal tersebut bertolak belakang dengan komitmen Bupati Muna Barat yang sebelumnya menyampaikan akan memprioritaskan putra daerah dalam pengisian jabatan strategis.

“Yang akan menjabat nanti mayoritas berasal dari Kabupaten Muna, bukan dari Muna Barat. Ini berbeda dengan komitmen bupati yang sebelumnya menyampaikan akan memprioritaskan pejabat asal Muna Barat,” katanya.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala BKPSDM Muna Barat sekaligus Ketua Panitia Seleksi, La Ode Khairul Ashar, membantah adanya pengondisian dalam proses seleksi. Ia menegaskan seluruh tahapan dilakukan secara terbuka, profesional, dan berdasarkan kompetensi peserta.

“Penetapan tiga besar ini merupakan hasil akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Selanjutnya, nama-nama tersebut akan diserahkan kepada bupati untuk memilih satu nama yang nantinya dilantik sebagai kepala OPD,” ujar La Ode Khairul Ashar, Jumat (15/05/2026).

Adapun nama-nama yang masuk dalam tiga besar calon Kepala OPD Kabupaten Muna Barat yakni:

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II)

  • Bahar Budiman
  • Asri
  • Abdul Azis Kolewora

Dinas Kesehatan

  • Arif Ndaga
  • Kadir
  • La Nsumala

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

  • Nasir
  • La Ode Abdul Mirad Tumada
  • La Ode Muhammad Syawal

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

  • La Samarudin
  • La Ode Mustafa
  • Syaiful Akbar

Badan Riset dan Inovasi Daerah

  • Ogo Atfal
  • Surachman
  • La Haji

Munculnya polemik ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah agar proses seleksi pejabat dilakukan secara objektif, transparan, dan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola birokrasi di Kabupaten Muna Barat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.